Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Beli satu, dapat 30 saham sekaligus

Beli satu, dapat 30 saham sekaligus
Pengamat Pasar Modal dan Pasar Uang

Salah satu daya tarik saham adalah investor dapat meminimalkan risiko non-sistematis melalui diversifikasi. Manajer investasi (MI) reksadana dan investor institusi sudah tentu menerapkannya dengan mengoleksi banyak saham dalam portofolionya.

Dengan dana kelolaan besar, mereka dapat melakukannya dengan mudah. Beda dengan investor individu yang umumnya bermodalkan puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. Dengan dana pas-pasan, investor individu yang ingin menikmati manfaat diversifikasi, mulai 18 Desember 2007 lalu dapat membeli ETF (Exchange-Traded Fund) saham LQ-45 dan ETF saham IDX30 per 31 Oktober 2012.

Kini dengan modal hanya ratusan ribu rupiah (1 lot), seorang investor saham langsung di BEI sudah dapat memperoleh manfaat diversifikasi.

Apa itu ETF IDX30 dan bedanya dengan reksadana saham serta apa keuntungan dan risikonya? ETF IDX30 adalah reksadana saham yang berbasis indeks IDX30 yang unit penyertaannya diperdagangkan seperti saham di BEI dengan kode XIIT.

Di tingkat dunia, ETF pertama kali diperdagangkan di Kanada tahun 1990 yaitu TIPS (Toronto Index Participation Share). Di Amerika, ETF berbasis S & P 500 diperdagangkan di Amex mulai 1993 yaitu Spider (Standard & Poor’s Depository Receipts) dengan kode SPDR. Sejak saat itu ETF berkembang pesat dengan dana kelolaan di Amerika saja mencapai ratusan miliar dollar. Kini 1.076 ETF diperdagangkan di bursa London, 983 ETF di NYSE, 129 ETF di bursa Korea, dan 121 ETF di bursa Jepang. Di bursa kita hingga saat ini hanya memiliki 3 ETF.  

Tujuan diluncurkannya ETF IDX30 di BEI adalah memberikan kesempatan kepada siapa pun terutama investor kecil dan investor pemula untuk memperoleh hasil investasi yang setara dengan kinerja indeks IDX30.

Sama seperti reksadana saham lain, ETF IDX30 yang terdiri atas 30 saham utama dari saham LQ-45 itu dapat diperjualbelikan. Bedanya, investor dalam ETF tidak perlu membayar subscription dan redemption fee sebesar 1%-3% tetapi cukup biaya broker 0,15%-0,3% untuk membeli dan 0,25%-0,4% saat menjualnya.

Keunggulan lain ETF adalah transparansi. Dalam reksadana saham konvensional, nilai aktiva bersih (NAB) akan dihitung pada sore hari setelah bursa tutup dan dapat diketahui esok harinya. Umumnya, NAB akan naik (turun) jika indeks saham naik (turun) tetapi berapa besar naik dan turunnya NAB sebuah reksadana saham tidak dapat diketahui pasti sampai esoknya. Kita hanya dapat mengetahui maksimal 10 saham utama dari suatu reksadana saham seminggu sebelumnya.

Sedangkan, ETF IDX30 sangat transparan karena nilainya setiap saat kita ketahui yaitu sekitar indeks IDX30 sehingga dinamakan juga reksadana indeks.

Perbedaan lain, dividen dalam reksadana saham konvensional selalu direinvestasikan. Sedangkan ETF yang diluncurkan Indo Premier dapat membagikan dividen setiap enam bulan dari dividen yang diterima portofolionya selama memungkinkan menurut keputusan MI.

Sama seperti reksadana saham lain, investasi dalam ETF IDX30 menghadapi risiko pasar yaitu pertama, fluktuasi harga saham karena faktor ekonomi makro seperti suku bunga dan nilai tukar, dan faktor stabilitas politik.  

Kedua, jika MI reksadana saham konvensional melakukan stock picking untuk portofolionya, MI ETF tidak melakukan strategi aktif itu tetapi strategi pasif. Di satu sisi, strategi pasif menghemat biaya transaksi jual beli saham untuk portofolio. Tapi, strategi ini juga mempunyai kelemahan. Saham apa pun yang ada dalam indeks IDX30 juga harus ada dalam portofolio reksadana sebesar bobot saham itu dalam indeks, tidak boleh kurang atau lebih.

Ketiga, investor dalam ETF tidak selalu dapat menjual saham ETF-nya pada harga yang diinginkan. Investor ETF harus siap menghadapi risiko kerugian akibat selisih harga bid-ask. Namun untuk ETF IDX30, Anda tidak perlu khawatir karena Indo Premier akan menjadi market maker. Perusahaan ini sudah menyatakan diri siap menjadi pembeli dan penjual stand-by demi terciptanya likuiditas dan menekan ask-bid spread serendah mungkin yaitu hanya Rp 5 per saham ETF di pasar reguler. Untuk diketahui, berbeda dengan fraksi harga perdagangan saham lainnya yang dapat Rp 1, Rp 5, Rp 10, Rp 25, dan Rp 50 tergantung harga sahamnya, perdagangan ETF di BEI selalu menggunakan fraksi harga Rp1.

Memahami plus-minus ETF IDX30 di atas, Anda masih ragu membelinya? Jika Anda yakin 30 saham utama di BEI ini akan naik, namun Anda tidak yakin saham apa pastinya, belilah saham XIIT yang sebenarnya reksadana saham. Dibanding reksadana saham konvensional, ETF IDX30 ini mestinya lebih menarik sehingga cocok untuk investor pemula dan investor dengan dana pas yang ingin berinvestasi langsung.