Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Ekonom terbesar sepanjang masa

Ekonom terbesar sepanjang masa
Pengamat Pasar Modal dan Pasar Uang

Dalam sejarah dunia, siapa tokoh ekonomi yang paling dihormati? Sistem ekonomi apa yang paling berpengaruh di atas muka bumi ini dan apa saja keunggulan dan kelemahan masing-masing sistem itu?

Sistem ekonomi apakah yang memungkinkan Bill Gates bisa memiliki harta US$ 76 miliar atau setara dengan separuh APBN kita, dan dua kakak-beradik Hartono mempunyai kekayaan hampir US$ 15 miliar, setara 1,8% produk domestik bruto Indonesia saat ini. Banyak kisah menarik yang kita dapatkan dari mempelajari sejarah, kehidupan, dan pemikiran ekonom kelas dunia

Di kalangan ekonom pesohor, ternyata ada yang membakar tulisan-tulisannya sebelum ia meninggal atau ekonom yang kehilangan hampir seluruh kekayaannya saat depresi besar 1929. Selain itu, masih ada kisah profesor Amerika yang tak sudi menggunakan diagram atau grafik dalam tulisan-tulisannya dan menteri keuangan yang berparade di jalan-jalan kota Wina dengan dua pelacur.

Ada dua pendekatan untuk menentukan tokoh ekonomi paling berpengaruh yaitu pendekatan horizontal dan vertikal. Di pendekatan pertama, ekonom dunia digolongkan berdasarkan spektrum politik dari ekstrem kiri, moderat, dan ekstrem kanan.

Di ekstrem kiri, tokohnya adalah Karl Marx dengan sistem ekonomi terpusatnya. Sementara, di ekstrem kanan ada Adam Smith dengan ajaran kapitalismenya laissez faire atau leave the market alone.

Model horizontal mengandung kelemahan karena Karl Marx dan Adam Smith dinilai setingkat. Keduanya sama-sama menduduki posisi ekstrem. Itulah sebabnya, Skousen dalam bukunya The Making of Modern Economics: The Lives and Ideas of the Great Thinkers (2001) lebih menyukai pendekatan vertikal. Ekonom yang paling dihormati ditempatkan paling atas, seperti kepala suku, untuk menunjukkan pengaruhnya yang paling besar.

Skousen menempatkan Adam Smith di puncak tertinggi dan menuliskan bahwa ekonomi modern dimulai tahun 1776, sesaat setelah beredar bukunya The Wealth of Nations. Bapak pasar bebas ini mendukung kebebasan ekonomi pada tingkat mikro ekonomi, yaitu individu dan perusahaan, dengan intervensi negara seminimal mungkin.

Menurutnya, ada tangan yang tak terlihat (invisible hand) dalam sistem pasar bebas. Mekanisme tangan gaib ini akan bekerja untuk memastikan tercapainya keseimbangan dan kesejahteraan masyarakat. Negara-negara yang telah menjalankan visi kapitalisme laissez faire Adam Smith terbukti telah mampu menggapai standar hidup tertinggi di dunia.

Adam Smith sebenarnya seorang profesor pendiam dan ling lung yang mengajar filsafat moral di Universitas Glasgow. Melalui karya intelektualnya yang terkenal di seluruh dunia itu, Smith menjanjikan formula universal untuk meraih kemandirian finansial dan dunia baru yang penuh dengan kemakmuran sejati, bukan sekadar pengumpulan uang.

Enam ribu tahun sebelum itu dan sepanjang sejarah kehidupan manusia, tidak muncul karya besar tentang tema yang paling penting dalam kegiatan sehari-hari manusia, yaitu mencari nafkah. Selama berabad-abad, sejak zaman Romawi sampai abad Kegelapan dan Renaissance, umat manusia bekerja dan berjuang untuk bertahan hidup memeras keringat tetapi tetap saja memperoleh hasil yang hanya cukup untuk hidup sehari.

Manusia terus-menerus berjuang mempertahankan hidup melawan kematian prematur, penyakit, kelaparan, perang, dan kemiskinan. Kecuali kehidupan para aristokrat dan birokrat, tak ada perubahan berarti selama berabad-abad untuk keseharian hidup rakyat kebanyakan.

Upah riil per kapita selalu sama dari dekade ke dekade. Dengan usia harapan hidup hanya 40 tahun pada abad 18, kehidupan manusia adalah kehidupan yang sepi, miskin, kacau, kejam, dan singkat.

Lalu tibalah tahun 1776, ketika untuk pertama kalinya datang secercah harapan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kaum buruh mencari standar minimum untuk makan, tempat tinggal, dan pakaian.

Adam Smith menjanjikan dunia baru bagi semua orang, bukan hanya untuk orang kaya dan penguasa, tetapi juga seluruh rakyat. Bahwa kehidupan, kebebasan, dan pencarian kebahagiaan adalah hak-hak dasar setiap manusia dan semua bangsa.

The Wealth of Nations menjadi semacam deklarasi kebebasan ekonomi yang menawarkan resep untuk membebaskan kelas pekerja dari dunia rutinitas yang membosankan. Minuman teh, yang sebelumnya minuman mewah, mulai menjadi minuman rakyat.

Sebelumnya, telah berkembang sistem merkantilisme dan ajaran Mandeville. Merkantilisme memandang ekonomi dunia adalah stagnan dan kekayaan bersifat tetap sehingga satu bangsa hanya bisa lebih baik dengan mengorbankan bangsa lain.

Konsekuensinya, mereka menciptakan monopoli di dalam negeri dan mendukung kebijakan kolonialisme ke negara-negara lain untuk mengeruk emas dan komoditas berharga lainnya demi kemakmuran bangsa mereka. Sementara Bernard Mandeville (1670-1733) menulis buku yang merusak dan mengundang skandal karena tesisnya keliru yaitu The Fable of the Bees.

Menurutnya, keserakahan dan kemewahanlah yang akan membawa publik menuju kemakmuran. Jika momen kejahatan ini hilang, masyarakat akan depresi dan perdagangan akan ambruk.

Bak pahlawan, Smith menghancurkan doktrin proteksionisme merkantilis, mengecam pandangan Mandeville, dan membebaskan belenggu pemikiran yang ada. Bukunya The Wealth of Nations menjadi dokumen ideal yang melengkapi revolusi industri hingga diakui sebagai buku paling penting yang pernah ditulis, setelah kitab suci.