Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Investasi dengan tujuan

Investasi dengan tujuan
Senior Advisor PT BNP ParibasInvestment Partners

Bicara investasi, umumnya seputar instrumen atau produk investasi atau kapan saat yang tepat untuk membeli. "Apakah emas lebih baik dari saham?", "Apakah reksadana lebih menguntungkan?", "Apakah ini saat tepat membeli saham?" dan pertanyaan lain.

Pernahkah saudara atau teman Anda bertanya kepada Anda "Investasinya untuk tujuan apa?". Lalu, Anda dengan lugas menjawab, "Untuk mempersiapkan dana pendidikan anak di universitas, 10 tahun lagi dari sekarang. Saya berharap, mengumpulkan dana pendidikan Rp 500 juta sebelum anak saya lulus SMA. Pertanyaan dan jawaban seperti di atas masih sangat jarang terdengar dan menjadi bahan diskusi.

Berinvestasi dengan tujuan, itulah makna pertanyaan dan jawaban di atas. Masyarakat perlu disadarkan pentingnya berinvestasi dengan tujuan.

Dengan cara ini, masyarakat mempersiapkan kebutuhan hidup untuk masa depan anak-anak dan keluarga. Coba kita pikirkan, apa kebutuhan masa depan kita yang membutuhkan dana besar? Kapan kebutuhan itu datang alias jatuh tempo? Berapa besar dana untuk memenuhi kebutuhan tersebut?

Itulah tiga pertanyaan yang harus dijawab oleh siapa pun saat ini agar mulai memikirkan dan merencanakan kehidupan yang diinginkan di masa depan, karena hidup tak hanya untuk hari ini. Mengapa perlu dipikirkan, direncanakan dan dananya jauh-jauh hari perlu disiapkan? Karena jumlah dana untuk memenuhi kebutuhan di masa depan sangat besar dan cenderung meningkat karena inflasi, bukan?

Coba saja mulai berhitung, berapa dana yang dibutuhkan untuk menyekolahkan anak-anak kita di perguruan tinggi saat ini? Berapa kira-kira biaya tersebut 5, 10 atau 15 tahun dari sekarang, jika anak kita masih berumur 13, 8 atau 3 tahun saat ini? Berapa dana yang dibutuhkan agar di masa pensiun kita kelak tetap sejahtera?

Sudahkah kita memiliki dana sebesar itu saat ini? Jika belum, bagaimana mendapatkannya? Sebagian mungkin berpikir dengan berutang, seperti memiliki rumah dengan membayar uang muka dan mencicil.

Namun, ada solusi lain: investasi! Tentukan tujuan atau kebutuhan dan buatlah perencanaan investasi. Lalu berinvestasilah berkala setiap bulan, seperti mencicil, bukan mencicil utang, tapi mencicil investasi.