Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Reksadana saham, LQ-45, dan IHSG

Reksadana saham, LQ-45, dan IHSG
Staf pengajar FEUI dan pengamat pasar modal

Anda sudah menjadi investor reksadana saham selama satu, tiga, atau lima tahun? Anda puas dengan return yang Anda peroleh selama ini dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan indeks LQ-45?

Untuk kinerja tahun 2014, Anda boleh bersorak karena dari total 108 reksadana konvensional dan 16 syariah yang berumur setahun atau lebih, sebanyak 92 mampu mengalahkan IHSG dan 68 di antaranya juga mengungguli indeks LQ-45. Reksadana saham konvensional yang tumbuh 26,2% mengungguli yang syariah dengan kenaikan 23,1%.

Melihat dari dana kelolaan, rata-rata 47 reksadana menengah, yakni antara Rp 100 miliar hingga
Rp 1 triliun, berkinerja terbaik, yaitu 28,4%. Lalu diikuti 27 reksadana besar, di atas Rp 1 triliun, yaitu 28%. Sementara reksadana kecil, di bawah Rp 100 miliar, yang jumlahnya terbanyak, yaitu 50, hanya mampu memberikan rata-rata return 22,1%. Return tertinggi juga berasal dari reksadana menengah.

Sepanjang tahun lalu, IHSG tumbuh 22,3%, sementara rata-rata reksadana saham mampu memberikan return 25,8%, dengan median sebesar 27,4% antara -1% hingga 47,7%. Masih ada satu reksadana saham konvensional yang merugi sementara lainnya memberikan return positif. Jika menggunakan acuan IHSG sebagai capital gain plus 2% dividend yield atau total 24,3%, sebanyak 80 reksadana saham masih tetap mengungguli pasar.

Tahun 2014 layak dikenang sebagai tahun kegemilangan reksadana saham. Ini dapat terjadi mengingat tahun lalu, pertama kalinya dalam tujuh tahun terakhir, indeks LQ-45 lebih tinggi daripada IHSG, yaitu 26,4% berbanding 22,3%.

Untuk kinerja selama tiga tahun, dari 71 reksadana saham yang tercatat, yaitu 63 konvensional dan 8 syariah, return yang diberikan (mean) adalah 35,5% dengan median 33,6%. Hasil ini masih kalah dibandingkan dengan IHSG yang bertumbuh 36,8% untuk periode yang sama. Tapi hasil reksadana tadi lebih baik dari indeks LQ-45 yang hanya tumbuh 33,4%.

Sebanyak 36 reksadana dapat mengalahkan indeks LQ-45 dan 28 di antaranya berkinerja di atas IHSG. Return berkisar dari terendah minus 11,5% hingga tertinggi 112,7%. Tiga reksadana saham konvensional masih tetap merugi selama periode awal tahun 2012 hingga akhir tahun 2014, yaitu masing-masing -11,5%, -10,8%, dan -5,8%.

Berdasarkan asset under management (AUM) dan periode 3 tahun, reksadana besar mencatatkan hasil terbaik dengan 40%, reksadana menengah di bawahnya dengan 38%, dan yang kecil kembali di peringkat terbawah dengan hanya 24,7%. Meskipun rata-rata return reksadana syariah kalah sedikit dari yang konvensional, yaitu 34,3% (syariah) berbanding 35,6% (konvensional), reksadana saham syariah tidak ada yang mencatatkan kerugian.

Reksadana saham konvensional yang menengah dan kecil masih tetap mengungguli rekannya yang syariah menengah dan kecil. Namun, untuk reksadana dengan AUM besar, rata-rata jenis syariah mencatatkan hasil yang lebih baik, yaitu 43,9% berbanding 39,7%.

Terakhir, untuk periode evaluasi 5 tahun, semua 52 reksadana (44 konvensional dan 8 syariah) yang ada, mencatatkan return positif, dari 24,2% hingga 203,6% dengan return rata-rata 84,2% dan median 81,7%. Meskipun sedikit lebih baik dari indeks LQ-45 yang naik 80,3%, hasil ini masih jauh di bawah IHSG yang melesat 106,2% selama periode lima tahun (awal tahun 2010 hingga akhir 2014).

Sama seperti kinerja periode tiga tahun, untuk periode lima tahun reksadana saham yang besar (return rata-rata 100,1%) mengalahkan yang menengah (83,6%) dan yang kecil di urutan paling buncit, dengan hanya 61%. Meskipun untuk kelompok reksadana besar, jenis syariah mampu mengalahkan konvensional, yaitu 101,4% berbanding 100%, secara keseluruhan reksadana syariah kembali berada di bawah konvensional, yaitu 76,1% (syariah) berbanding 85,7% (konvensional).

Hal ini karena jebloknya kinerja sebuah reksadana syariah. Dari 52 reksadana saham yang ada, 28 memberikan return di atas indeks LQ-45 dan hanya 11 yang mampu mengungguli IHSG.

Yang menarik, dari perbandingan kinerja reksadana saham dengan IHSG dan indeks LQ-45 ini, return reksadana saham terbukti berada di sekitar indeks LQ-45, bukan IHSG. Penyebabnya, saham-saham yang dipegang reksadana saham hampir pasti merupakan saham-saham likuid berkapitalisasi besar atau saham-saham yang masuk dalam kelompok LQ-45.

Yang membedakan antara satu reksadana saham dengan yang lain hanyalah bobot masing-masing di LQ-45 dalam portofolio mereka. Perbedaan lain, ada tiga reksadana saham yang merugi untuk periode tiga tahun dan satu untuk periode satu tahun. Terakhir, jika kita memperhitungkan dividend yield yang 2% setahun, hanya empat reksadana saham yang terbukti sanggup mengalahkan IHSG untuk periode 5 tahun, sementara 48 lainnya tidak mampu.