: WIB    —   
indikator  I  

Jangan habiskan, sisihkan

Jangan habiskan, sisihkan
Senior Advisor PT BNP ParibasInvestment Partners

Salah satu aspek kecerdasan finansial yang mendasar adalah kesadaran menyisihkan sebagian dari penghasilan bulanan secara rutin dan konsisten. Mungkin kita semua masih ingat, pelajaran pertama kita tentang uang di masa kecil berasal dari lagu berikut: "Bang bing bung yuk kita nabung....". Coba kita ingat-ingat, pada bulan-bulan pertama kita menerima gaji, apa yang pertama kita pikirkan? Menghabiskannya atau menyisihkan terlebih dahulu untuk ditabung? Kebiasaan menabung memang sudah harus ada sejak pertama kali kita menerima penghasilan. Mengapa menyisihkan sebagian penghasilan ini menjadi penting?

Mereka yang selalu berusaha dan mampu menabung memiliki Indikator Kecerdasan Finansial (IKF). IKF merupakan rasio antara penghasilan dan pengeluaran yang lebih besar daripada 1 (satu). Apa artinya? Pertama, kemandirian, mereka yang memiliki IKF > 1 mampu memenuhi kebutuhan pengeluaran bulanan secara mandiri dan tidak tergantung dari pihak lain. Kedua, mereka yang sanggup menyisihkan sebagian penghasilan memiliki kesempatan untuk menabung dan berinvestasi untuk mempersiapkan masa depannya.

Kemampuan menyisihkan sebagian penghasilan secara konsisten juga mengindikasikan tertatanya gaya hidup. Umumnya, mereka yang selalu kekurangan dan tidak mampu menabung, walau penghasilan tidak sedikit, hampir selalu dikarenakan ketidaksanggupan dalam mengatur gaya hidup sehingga melewati batas kemampuan finansialnya.

Menghabiskan seluruh penghasilan bulanan untuk menutupi kebutuhan biaya hidup dan gaya hidup, akan berakibat fatal. Sebab, ada kebutuhan-kebutuhan biaya masa depan, seperti kebutuhan membeli rumah atau biaya menyekolahkan anak. Biaya itu cukup besar yang hanya bisa dipenuhi dengan "mencicil" sedikit demi sedikit, baik dengan menabung atau berinvestasi, jauh-jauh hari sebelumnya. Karena itu, kesadaran dan kebiasaan untuk menyisihkan sebagian penghasilan sudah harus diperkenalkan dan dilatih sejak dini.

Itu sebabnya, jika kita memiliki anak yang beranjak remaja kita bisa melatihnya dengan memberi tanggung jawab uang saku mingguan atau bulanan untuk dikelola sendiri, termasuk "mewajibkannya" untuk menabung dari uang saku tersebut.


Close [X]