Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Neraca keuangan keluarga

Neraca keuangan keluarga
Senior Advisor PT BNP ParibasInvestment Partners

Jika seseorang bertanya, "Berapa kekayaan bersih yang Anda miliki?", mampukah Anda menjawabnya? Jangan-jangan Anda malah balik bertanya "Apa yang dimaksud kekayaan bersih?". Kekayaan bersih adalah nilai kekayaan yang dimiliki oleh seseorang dengan menjumlahkan seluruh kekayaan yang dimiliki dikurangi saldo utang yang masih menjadi kewajiban.

Contoh, jika Anda memiliki kekayaan Rp 1 miliar, sementara saldo kewajiban yang belum dilunasi Rp 500 juta, kekayaan bersih Anda adalah Rp 1 miliar - Rp 500 juta = Rp 500 juta.

Bagaimana mengetahui kekayaan bersih kita? Nah, kita perlu memahami dan membuat apa yang disebut neraca keuangan keluarga (NKK). Pada prinsipnya NKK mirip neraca keuangan perusahaan yang terdiri daftar nilai aset, daftar nilai kewajiban dan nilai saham, dimana nilai buku saham suatu perusahaan adalah nilai aset yang dimiliki setelah dikurangi saldo utang yang menjadi kewajiban.

Jika Anda belum pernah membuat NKK, berikut langkahnya: Pertama, Anda perlu membuat daftar aset yang dimiliki, misal uang kas, tabungan, deposito, nilai asuransi, investasi, kendaraan, rumah dan barang berharga lain. Kedua, setiap jenis aset perlu dinilai berdasarkan harga saat ini, bukan harga ketika aset itu dibeli. Mobil yang ketika dibeli dengan harga Rp 150 juta tiga tahun lalu nilainya saat ini mungkin Rp 90 juta. Rumah yang dibeli dengan harga Rp 200 juta lima tahun lalu, nilainya saat ini mungkin Rp 400 juta.

Anda harus pula mendaftar kewajiban utang apa saja yang masih harus dilunasi. Misal utang kendaran, rumah dan kartu kredit beserta nilai saldo masing-masing utang terebut. Dengan mengetahui nilai kekayaan dan kewajiban, maka nilai kekayaan bersih Anda adalah selisih dari keduanya.

NKK diperlukan untuk beberapa tujuan. Pertama, mengukur tingkat kesehatan keuangan. Nilai kekayaan bersih yang negatif menandakan kondisi keuangan tidak sehat. Seperti menilai kesehatan perusahaan, ada rasio yang bisa digunakan untuk menilai kesehatan keuangan keluarga.

Kedua, dengan mengetahui sehat tidaknya kondisi keuangan, bisa dilakukan langkah-langkah yang diperlukan. Jika tidak sehat perlu disehatkan. Jika sudah sehat, perlu dipikirkan bagaimana mengembangkan nilai kekayaan melalui investasi, bukan untuk memperkaya diri, namun agar bisa dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan yang baik.