Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Perlukah memanfaatkan big data?

Perlukah memanfaatkan big data?
Praktisi Teknologi Big Data Universitas Multimedia Nusantara

Saat ini, data terdapat di mana-mana, mulai Anda bangun pagi dan chatting melalui WhatsApp, bekerja dengan dokumen Excel dan mengirimkannya melalui email, sampai berkenalan dengan teman baru di Facebook. Semua dilakukan melalui teknologi informasi dan disimpan sebagai data.

Kita sering sekali mendengar mengenai teknologi big data. Apakah big data sebenarnya? Apakah data "besar" tersebut hanya eksklusif bagi bisnis-bisnis besar sehingga usaha kecil menengah (UKM) tidak memerlukan ini?

Dari sisi bisnis, big data adalah suatu kumpulan teknologi dan praktik mengumpulkan data (data collection) sederhana maupun kompleks, sehingga dapat diukur secara komprehensif oleh bisnis.

Sebagai contoh, jika kita adalah pemilik department store dan kemudian tidak mengetahui bahwa ada satu kategori baju fashion yang mulai menunjukkan tren kenaikan berdasarkan hasil analisa teknologi data mining, bisnis bisa kalah dari kompetitor karena tidak mampu mengatur persediaan (inventory) jenis baju tersebut.

Contoh lainnya, jika kita mampu mengoleksi data titik geografis aktivitas salesman dan menggunakan data tersebut dengan teknologi data mining dan visualisasi, kita akan mengetahui titik area mana yang sudah jenuh, dan mana yang sangat memiliki prospek untuk mendapatkan pelanggan baru. Insight ini akhirnya membantu kita mengatur alokasi salesman sehingga mendapatkan hasil maksimal.

Berita baiknya, hampir semua teknologi big data saat ini dapat digunakan dan dimanfaatkan secara penuh dan juga cost-efficient oleh UKM. Banyak dari software big data tersedia secara gratis.

Manfaat riil

Secara harfiah, untuk menjelaskan apa pengertian "big", berikut kesepakatan empat ciri yang menyebabkan data menjadi kompleks untuk ditangani.

Pertama, volume, yakni jumlah data yang besar. Kedua, velocity atau kecepatan perkembangan data. Ketiga, variety, yakni jenis data yang beragam, seperti bentuk file Excel, teks, PDF, suara rekaman, gambar maupun video dokumentasi. Keempat, veracity, yakni ketidakjelasan data, sehingga sistem harus berubah berkali-kali dan biasanya dalam bentuk "tambal sulam".

Pemanfaatan big data masih sangat luas. Pada industri retail, kita dapat menemukan atau mengidentifikasi perilaku pelanggan dari data historis transaksi.

Dari identifikasi ini, Anda bisa membagi pelanggan menjadi beberapa segmen berdasarkan perilaku yang mirip dan membuat sales campaign yang sangat targeted dan efektif. Alhasil, ada peningkatan penjualan Anda.

Pada industri finansial, seperti banking, teknologi ini dapat membantu mengintegrasikan data dari sumber internal maupun eksternal (data bank lain). Data-data ini kemudian direkonsiliasi dengan performa, reliabilitas, dan efisiensi waktu yang jauh lebih baik dibanding metode sebelumnya.

Pada area human capital, data mining dapat digunakan untuk solusi talent acquisition dengan cara mengenali pola karakteristik karyawan dengan performa tinggi dari data internal yang ada.

Pada industri supply chain atau distribution, big data dapat membantu merencanakan dan memvisualisasikan rute yang efisien berdasarkan data historis rute dari semua armada untuk efisiensi biaya dan waktu.

Walaupun menjanjikan, beberapa tantangan dapat menghadang penerapan big data untuk bisnis.

Pertama, pemahaman yang baik akan masalah yang tepat untuk diatasi oleh teknologi big data.

Kedua, ketidaksiapan SDM dalam merancang dan menerapkan solusi teknologi big data.

Ketiga, tahap pengambilan data (data collection) membutuhkan kreativitas yang tinggi.

Namun demikian, jika tidak segera dimulai, kompetitor Anda mungkin mendapatkan insight business yang lebih baik sehingga menjadi keuntungan kompetitif yang dapat mengganggu bisnis Anda secara konstan.

Sudahkah Anda siap menggunakan big data untuk membantu mengatur bisnis dengan lebih efisien?