Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Berdayakan UMKM

Berdayakan UMKM
Senior Advisor PT BNP ParibasInvestment Partners

Tidak terasa, rubrik Financial Wisdom kali ini adalah edisi ke 201, setelah edisi ke 200 minggu lalu menutup topik tentang Cerdas Finansial. Setelah dua seri buku "50 Financial Wisdom" diterbitkan, semoga seri ketiga dan keempat akan segera menyusul.

Untuk 50 edisi berikutnya, rubrik ini akan memuat tulisan-tulisan ringan, untuk mengajak para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi "melek" dan cerdas secara finansial. Mengapa UMKM? Dan, mengapa perlu melek dan cerdas secara finansial?

Mungkin tidak banyak masyarakat yang menyadari seberapa banyak jumlah pelaku UMKM di Indonesia, seberapa besar peran mereka berkontribusi dalam perekonomian Indonesia dan seberapa besar penyerapan tenaga kerjanya. Ini adalah faktanya: Di Indonesia terdapat sekitar 57,9 juta pelaku UMKM, dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 58,92%, serta kontribusi dalam penyerapan tenaga kerja sebesar 97,30% (sumber m.merdeka.com).

Ternyata perusahaan-perusahaan yang dikategorikan besar yang tidak masuk dalam kategori UMKM "hanya" menyerap kurang dari 3% tenaga kerja Indonesia. Tergantung dari sudut pandang mana kita mau melihat, kondisi di atas bisa dipandang sesuatu yang negatif atau justru positif.

Salah satu hal yang positif dari keberadaan UMKM di Indonesia adalah adanya "ketahanan" ekonomi masyarakat ketika terjadi krisis ekonomi. Saat krisis ekonomi lebih banyak berdampak pada perusahaan-perusahaan besar hingga harus memberhentikan karyawannya, seperti ketika krisis tahun 1998. Keberadaan UMKM menyelamatkan mayoritas penduduk yang hidup karena menggeluti UMKM.

Sayangnya, pelaku UMKM, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil, masih banyak memiliki kelemahan. Salah satunya dalam hal keuangan, bukan hanya dari sisi permodalan, namun juga pengetahuan sederhana tentang tata kelola keuangan dalam melakukan usahanya.

Di sinilah rubrik Financial Wisdom ingin turut berperan mengajak mereka para pelaku UMKM "melek" dan cerdas secara finansial. Bagi Anda para pekerja, jangan juga dilewatkan ulasan ini, karena siapa tahu Anda suatu saat kelak akan menjadi salah satu dari jutaan pengusaha UMKM.