Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Istana Buckingham dan perhotelan

Istana Buckingham dan perhotelan
Kolumnis internasional serial entrepreneur, pengajar bisnis berbasis di California, aktif di blog JennieXue.com

Bekerja di Istana Buckingham tempat kediaman Ratu Elizabeth dan keluarganya mungkin belum banyak terlintas di benak orang Indonesia. Malah kita bisa saja percaya kepada mitos bahwa hanya para keturunan aristokrat dan priyayi Inggris Raya saja yang mempunyai kesempatan untuk bekerja di sana.

Padahal kini hampir sudah tidak ada lagi aristokrat yang bekerja di Istana Buckingham. Kualifikasi profesional dan karakteristik pribadi lebih penting ketimbang darah biru. Era meritokrasi dan demokrasi ternyata sudah diterapkan di Buckingham. Sekitar 400 orang dipekerjakan menjalankan rumah tangga keluarga nomor satu di Inggris Raya ini.

Bagaimana karakteristik kepribadian para abdi Istana Buckingham yang dicari? Tenang, elegan, tidak mudah stres, menjunjung etika tertinggi, dan konfidensial.

Bagi kawula muda Eropa dan Commonwealth Countries yang berketrampilan baik di bidang hospitality, magang atau bekerja paruh waktu dan temporer di Istana Buckingham merupakan kebanggaan tersendiri. Bayarannya tidak tinggi, mengingat posisi-posisi tersebut termasuk pengabdian kepada Negara Inggris Raya.

Posisi-posisi entry level juga tersedia selama musim panas. Tiga posisi yang sering dibuka: Warden, Retail Assistant, dan Ticket Sales and Information Assistant. (Referensi: http://www.royal.gov.uk/TheRoyalHousehold/WorkingfortheRoyalHousehold/Whoarewe.aspx) Istana kediaman Sri Ratu ini memang dibuka untuk publik selama keluarga ratu sedang tidak berada di sana. Pada musim panas, biasanya mereka menikmati liburan, sehingga publik dapat menikmati tur di dalam istana.

Para lulusan cooking academy Eropa cukup banyak yang melamar sebagai koki istana. Memiliki stempel alumnus Istana Buckingham sangat berharga dalam karier di dunia perhotelan, restoran, dan pariwisata. Seseorang yang pernah melayani keluarga ratu, semestinya cukup baik untuk melayani para customer yang bukan raja, namun customer is king.

Tahukah Anda bahwa Istana Buckingham adalah satu-satunya rumah di Inggris Raya yang mempunyai bank, kantor pos, dan kantor polisi sendiri? Istana tersebut dibeli oleh Raja George III pada tahun 1762 senilai GBP 28.000, nilai yang cukup tinggi pada saat itu.

Enam departemen The Royal Household adalah: Sekretaris Ratu, Treasurers Office (Keeper of Privy Purse), Master of the Household, Lord Chamberlain, Crown Equerry, dan Royal Collection. Ratu juga dilayani The Staff yang terdiri dari Personal Assistant, Advisor, dan Curator.

Fungsi Curator adalah menyimpan dan memelihara pakaian, perhiasan, dan aksesori Sri Ratu. Sekretaris Ratu menerima sekitar 5000 pucuk surat setiap hari dari seluruh penjuru dunia. Dan para koki memasak lebih dari 600 porsi makanan untuk sarapan pagi, makan siang, dan makan malam staf istana setiap hari.

Dalam acara-acara besar seperti di musim panas, Ratu mengundang 9.000 tamu yang mencicipi 36.000 cangkir kopi dan teh, 55.000 potong kue, roti, dan sandwich, serta 500 galon es krim.

Bisa dibayangkan kesiapan dan kesigapan para staf hospitality. Ratu sendiri memelihara 30 ekor kuda yang siap dipakai untuk menarik kereta dan ditunggangi sendiri, lima mobil Rolls-Royce, Bentley dan Daimler Jaguar.

Director of the Royal Collection bertanggung jawab atas semua koleksi berharga Ratu di dalam istana. Posisi ini termasuk yang dibayar tertinggi mengingat aset yang menjadi tanggung jawabnya bernilai GBP 100 juta.

Beberapa poin mengenai hospitality management Istana Buckingham yang bisa diterapkan dalam dunia perhotelan: Pertama, jadilah dan pertahankanlah sebagai yang terbaik. Kualitas terbaik adalah segalanya. Kedua, meritokrasi berdasarkan ketrampilan kerja dan kualitas hasil kerja merupakan unsur utama promosi. Pekerjakan mereka yang terbaik dalam ketrampilan yang diperlukan.

Poin ketiga, karakteristik kepribadian kandidat menentukan keberhasilan kerja individu, tim, dan organisasi. Pekerjakan kandidat dengan kepribadian yang sesuai.

Keempat, pupuk loyalitas kepada organisasi/perusahaan agar rasa bangga para pegawai terpancar keluar. Ini merupakan salah satu unsur penting keberhasilan suatu merek. Kelima, merek yang bereputasi sangat baik ditentukan oleh kualitas kerja dan kualitas pekerjanya.

Istana Buckingham merupakan kebanggaan Inggris Raya. Indonesia mempunyai beberapa keraton yang bisa menjadi sumber ilham manajemen organisasi modern. Sepanjang meritokrasi dan demokrasi diterapkan sesuai perkembangan zaman.