: WIB    —   
indikator  I  

Ekonomi sulit dan manfaat free software

Ekonomi sulit dan manfaat free software
Praktisi Teknologi Big Data Universitas Multimedia Nusantara

Saat ekonomi lesu seperti yang kita alami saat ini, segalanya serba gamang dan galau. Banyak terjadi penundaan atau pembatalan realisasi anggaran. Manajemen, kemudian, mencari area di mana efisiensi biaya perlu dilakukan, namun di saat yang sama mencari peluang dari pasar yang tidak terlalu terpengaruh oleh kondisi ini.

Untuk mencari tahu hal itu, lagi-lagi diperlukan data yang dapat diolah menjadi laporan bisnis yang berguna. Laporan ini harus dapat menjelaskan kondisi perusahaan secara keseluruhan seperti performa keuangan serta efektivitas dan efisiensi operasional dari tiap divisi.

Bahkan untuk perusahaan yang telah menerapkan sistem terkomputerisasi pun, usaha ini tidak mudah. Jika solusinya membeli software bisnis khusus, hal itu sangat mahal dan tidak bijak untuk kondisi ekonomi yang lagi tidak menentu.

Jika dilema seperti di atas adalah yang Anda hadapi saat ini, saya harap Anda bisa tenang karena di internet sudah tersedia banyak software gratis yang sudah teruji keandalannya dan banyak diterapkan di Indonesia maupun dunia.

Pembuatan software saat ini banyak dimudahkan oleh internet. Banyak programmer berbakat berkumpul dan membentuk komunitas menghasilkan software yang kemudian dibagikan gratis.

Walau gratis, dalam hal kualitas tidak kalah dan bahkan ada yang mengungguli produk sejenis tapi dengan lisensi berbayar, salah satunya adalah Big Data.


Jenis software
Berikut adalah ulasan beberapa jenis software yang masih masuk kategori Big Data dan manfaat nyata yang bisa diberikan. Pertama, Business Intelligence (BI) adalah paket software yang biasanya terdiri dari aplikasi pengumpulan data yang tersebar, laporan operasional, dan dashboard performa bisnis. Dengan BI, proses pengambilan keputusan menjadi lebih baik karena analisa bisnis didasarkan atas data yang telah terintegrasi dan valid.

Nama salah satu produk BI gratis adalah Pentaho–yang sampai saat ini sudah sangat populer digunakan perusahaan telekomunikasi, distribusi, perbankan, ritel, e-commerce dan beberapa kementerian di Indonesia.

Kebetulan penulis sendiri adalah salah satu penggagas komunitas Pentaho di Indonesia sehingga tahu cukup detail akan penerapan yang telah dilakukan oleh perusahaan dan instansi tersebut.

Kedua, data mining. Jika Anda ingin segera mengetahui perilaku mayoritas konsumen Anda dan kemudian membuat paket yang menarik dan unik untuk mereka, data mining (DM) adalah software yang tepat digunakan. Di dalam software data mining terdapat alur logika dan perhitungan yang sangat khusus sehingga dapat menceritakan kepada Anda kenapa sesuatu terjadi dari hasil analisa data.

Beberapa penerapan populer lainnya adalah untuk membuat sistem rekomendasi paket cross-selling dan up-selling sehingga penjualan dapat meningkat, mendeteksi resiko kredit macet, dan lain-lain. Produk data mining gratis yang dapat Anda gunakan adalah RapidMiner, WEKA, dan R Analytics.

Sebenarnya software yang telah disebutkan di atas masih memiliki “biaya tersembunyi”, namun tidak sebesar software berlisensi komersial. Beberapa faktor yang mempengaruhi biaya penerapan software ini antara lain adalah lamanya waktu untuk mempelajari, besarnya komunitas atau perusahaan pendukung dan matangnya komunitas programmer.

Menyadari hal itu, KontanAcademy melalui beberapa seri workshop Big Data akan mengetengahkan mengenai penggunaan free software ini lengkap dengan cara penggunaannya.

Jadi, walaupun sekarang sudah banyak tersedia dalam versi gratis melalui internet, pada kenyataannya tetap ada biaya-biaya yang harus dikeluarkan seperti pelatihan.

 


Close [X]