: WIB    —   
indikator  I  

Cloud sebagai solusi layanan TI

Cloud sebagai solusi layanan TI
Praktisi Teknologi Big Data Universitas Multimedia Nusantara

Sebagai seorang programmer, Tommy mulai menerapkan beberapa software big data sepertidata collection, data cleansing dan data mining di perusahaanya. Hasilnya mulai terlihat dalam beberapa waktu dan manajemen menjadi sangat senang.

Seiring tuntutan manajemen dan tren bisnis, Tommy memerlukan tambahan data dari sisi jumlah dan variasi. Proses pengolahan data menjadi semakin kompleks dan berat sehingga menuntut penambahan jumlah dan kapasitas hardware yang lebih besaryang juga butuh tambahan investasi modal tidak sedikit. Sementara itu, Tommy adalah satu-satunya staf teknologi informasi (TI) di perusahaan yang harus melayani 25 user!


IT outsourcing
Kekurangan SDM ini karena sifat konservatif dari perusahaan. Staf IT internal memiliki fungsi mendukung kelancaran operasional perusahaan, sedangkan instalasi dan pengembangan IT dialihdayakan ke perusahaan penyedia jasa (vendor).

Seiring makin langkanya juga SDM berkualitas di pihak vendor, maka biaya outsource semakin tinggi. Untuk merekrut dan mendidik SDM sendiri memiliki tantangan tidak sedikit dan bukan langkah yang menarik untuk diambil perusahaan. Suatu dilema yang tidak mudah bukan?

Perusahaan TI ternama dunia mengambil tantangan ini sebagai pekerjaan rumah untuk menjawab bagaimana semua layanan outsource tetap dapat berjalan tanpa memerlukan tambahan kapasitas SDM dan aset TI perusahaan yang tidak perlu? Jawabannya adalah sebuah solusi bernama cloud!

Cloud adalah kumpulan komputer server di internet yang dapat disewa dan digunakan untuk menyimpan, mengelola, dan memproses data sesuai kebutuhan menggantikan server lokal. Kita tidak perlu dipusingkan banyak hal seperti instalasi sistem operasi, melakukan patch atau lainnya karena sudah termasuk dalam paket layanan. Ingin menambah kapasitas dan jumlah server? Gampang dan dapat dilakukan dalam waktu singkat.

Karena sifat pembayarannya berdasarkan penggunaan dan tidak ada biaya di depan dalam membeli server ataupun lisensi, biaya untuk cloud dimasukkan dalam kategori Operational Expenditure (OPEX).


Penggunaan cloud
Saya yakin pembaca sudah mengenal dan menggunakan Dropbox bukan? Dropbox adalah contoh layanan cloud yang populer sebagai aplikasi penyimpan dan berbagi file karena manfaat dan kemudahan penggunaannya. Kenapa saya menyebut layanan dan bukan software?

Setelah selesai instalasi, cukup menaruh file di folder Dropbox laptop, file secara otomatis di-upload ke internet dan dalam waktu beberapa saat file itu telah tersimpan di iPad kita yang juga sudah terinstal Dropbox.

Semua itu kita lakukan tanpa perlu memusingkan bagaimana file harus dipindah melalui flashdisk, upload manual ke e-mail, dan diunduh di iPad, dan diproteksi keamanannya. Contoh layanan yang baik bukan?


Cloud dan big data
Kembali ke kasus Tommy, akhirnya dia menyadari cloud adalah potensi solusi masalahnya dan mulai mempelajari beberapa layanan big data dari penyedia cloud. Ternyata penggunaannya mudah, sinkronisasi dan proteksi keamanan antara cloud dan jaringan internal juga dapat dilakukan.

Proses analisis data seperti market basket analysis dan churn analysis sekarang dapat dilakukan dengan cepat, karena Tommy dapat menyewa server berkemampuan tinggi kapan saja diperlukan. data juga dapat diperkaya melalui data marketplace sehingga dapat memberikan insight business lebih baik. data 200 GB itu dapat diunduh dalam waktu kurang dari dua menit. Semuanya dapat dikerjakan cepat dan dengan biaya lebih murah.

Setelah selesai mendapatkan kesimpulan analisa dari data, server dapat dimatikan dan dihapus dari cloud. Jika diperlukan dapat dibuat dan diaktifkan lagi dalam waktu singkat.


Close [X]