Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Memanfaatkan gadget

Memanfaatkan gadget
Senior Advisor PT BNP ParibasInvestment Partners

Di era kemajuan teknologi saat ini, produk-produk gadget sepertinya paling mempengaruhi gaya hidup manusia, khususnya kelas menengah yang tinggal di perkotaan. Sayang, selain bisa dimanfaatkan secara produktif, keberadaan teknologi dan berbagai produk gadget, malah sering membuahkan pemborosan.

Banyak kalangan yang memaksakan diri memiliki berbagai produk gadget dan bahkan berganti-ganti model hanya supaya tidak dianggap ketinggalan zaman. Namun, sebagian kecil masyarakat ada juga yang berhasil memanfaatkan produk gadget secara produktif, misalnya bermanfaat untuk membuat dan memperlancar bisnis atau usaha mereka.

Coba Anda telusuri, seberapa besar pemanfaatan gadget yang saat ini Anda miliki? Apakah sudah sebanding dengan nilai "investasi" yang ditanamkan untuk membeli? Coba periksa juga, berapa besar biaya pulsa yang dikeluarkan oleh seluruh keluarga, karena saat ini, hampir setiap anggota keluarga paling tidak memiliki satu atau bahkan lebih produk gadget. Jika tidak pandai-pandai mengatur anggaran dan pengeluaran keluarga, pos untuk biaya komunikasi seluruh keluarga boleh jadi merupakan salah satu sumber pemborosan terbesar di rumah tangga. Selain biaya komunikasi, pemborosan lain biasanya datang dari pengeluaran-pengeluaran yang bersifat lifestyle, seperti makan di luar rumah, hiburan, fesyen dan sebagainya.

Salah satu cara mengurangi pemborosan adalah dengan melakukan pencatatan pengeluaran, yang saat ini bisa dilakukan dengan bantuan gadget juga. Banyak aplikasi sejenis expense manager yang bisa diunduh secara gratis. Karena biasanya, gadget hampir tidak pernah terpisah dari seseorang, pencatatan pengeluaran bisa dilakukan secara praktis dan real time, setiap terjadi transaksi pengeluaran.

Dengan bantuan aplikasi sejenis expense manager tersebut, Anda dapat memilah-milah pos-pos pengeluaran dan melakukan evaluasi dan analisis pola pengeluaran setiap bulannya, supaya bisa dilakukan perbaikan. Jadi kalaupun belum bisa memanfaatkan gadget yang dimiliki secara produktif, paling tidak masih bisa digunakan untuk memonitor dan mengelola pengeluaran untuk menghindari pemborosan yang berkelanjutan.