: WIB    —   
indikator  I  

Dashboard, bagian dari visualisasi informasi

Dashboard, bagian dari visualisasi informasi
Praktisi Teknologi Big Data Universitas Multimedia Nusantara

Bu Dewi, seorang staf manajemen dari divisi produksi sebuah perusahaan nasional, sedang sibuk-sibuknya membuat slide presentasi. Dia ingin menggambarkan performa perusahaan dari sisi produksi untuk kepentingan meeting direksi esok hari.

Sejak pagi, dia sibuk meminta data dari tim IT dan staf lainnya dalam bentuk file Microsoft Excel untuk kemudian diolah menjadi slide Powerpoint. Aktivitas yang memakan waktu seharian penuh, bahkan hampir membuat Bu Dewi kambuh maagnya karena kelupaan makan siang.

Pada saat yang sama, Bu Ratih dari manajemen sales dan marketing juga mempersiapkan laporan performa dari divisinya untuk meeting yang sama namun dengan satu pendekatan berbeda. Dia menggunakan aplikasi dashboard yang dibuat oleh tim IT divisi tersebut dan dapat membaca data secara real time. Bu Ratih cukup menghabiskan waktu sekitar tiga jam untuk memastikan semua data telah masuk ke aplikasi dashboard dengan lengkap dan valid.

Pada saat meeting, direksi sangat senang dengan kemampuan presentasi Bu Ratih yang bisa menjelaskan performa penjualan dengan cukup berinteraksi pada satu halaman dashboard yang dapat menampilkan data summary sampai detil data untuk melihat masalah yang terjadi. Sebaliknya, mereka cukup terganggu dengan presentasi Bu Dewi yang memakan slide Powerpoint sampai 80 halaman dan harus berpindah slide maju mundur.


Dashboard

Saat ini sering disebut dengan sebagai era dari "information overload". Banyaknya data yang tersedia menjadikan kita semakin susah mencerna data menjadi informasi berharga sebagai masukan untuk mendapatkan keputusan bisnis yang lebih baik.

Tetapi, manusia adalah makhluk visual. data dan informasi tersebut disajikan dalam susunan gambar dan diagram data yang baik maka kita akan lebih mampu menganalisisnya dengan baik dan cepat.

Dashboard adalah aplikasi yang khusus dirancang untuk kepentingan tersebut. Selain kemampuan visualisasi, secara teknis dashboard juga harus mampu menarik data secara real time, cepat responnya dan yang paling penting adalah mampu berinteraksi dengan pengguna. Dashboard yang biasanya digunakan di bisnis sering disebut sebagai performance dashboard.

Wayne Eckerson seorang konsultan bisnis ternama yang terkenal akan karyanya di bidang performance dashboard dan data quality, mendefinisikan Performance Dashboard sebagai sebuah sistem penyampaian informasi berlapis yang terdiri atas informasi, wawasan, dan peringatan ke pengguna sesuai dengan permintaan. Dengan begitu, mereka dapat mengukur, mengawasi dan mengelola kinerja binis secara lebih efektif.

Dari definisi di atas, performance dashboard memiliki tiga fungsi utama untuk bisnis:

Pertama, memantau proses bisnis dan kegiatan secara intens menggunakan berbagai metrik, dan akan memicu peringatan dari awal ketika kinerja turun di bawah target yang telah ditentukan.

Kedua, menganalisis akar penyebab masalah dengan informasi yang relevan, tepat waktu, dan dari berbagai perspektif.

Ketiga, mengelola orang dan proses untuk memperbaiki keputusan, mengoptimalkan kinerja, dan mengarahkan organisasi ke arah yang benar.

Dengan fungsi-fungsi utama di atas, diharapkan dengan penerapan performance dashboard maka informasi jauh lebih mudah dicerna dan keputusan dapat diambil dengan cepat dan tepat.Untuk membangun aplikasi dashboard, sudah tersedia variasi produk dashboard di pasaran dan bisa langsung digunakan user akhir atau dapat dikembangkan lebih lanjut oleh programer.


Close [X]