Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Pisahkan, jangan satukan

Pisahkan, jangan satukan
Senior Advisor PT BNP ParibasInvestment Partners

Pada tahapan awal jika kita membuka usaha, umumnya fokus perhatian akan tercurah pada penjualan produk atau jasa yang ditawarkan. Memang tidak salah, karena tanpa bisa menjual produk atau jasa, tidak ada pendapatan yang bisa dikelola. Namun, perhatian perlu sekali diberikan juga dalam pengelolaan keuangan

Seringkali pelaku usaha yang memulai usaha mikro atau usaha rumahan, tidak memisahkan pengelolaan atau catatan keuangan usaha dan keuangan rumah tangganya. Misal, tidak dipisahkan modal awal usaha dan tidak dipisahkan catatan pendapatan dan pengeluaran usaha dengan pengeluaran rumah tangga. Semua menyatu dalam rekening/kas yang sama.

Mengapa harus dipisah? Pertama, Jelas bahwa motivasi seseorang membuka usaha adalah untuk memperoleh keuntungan, yang pada dasarnya adalah selisih antara pendapatan usaha dengan biaya-biaya atau pengeluaran usaha. Jika kita tidak bisa mengidentifikasi mana pendapatan dan biaya-biaya yang berkenaan dengan usaha karena "tercampur" dengan pengeluaran rumah tangga, bagaimana kita mengetahui apakah usaha yang kita lakukan mendatangkan keuntungan atau tidak.

Kedua, secara fisik jika uang yang digunakan untuk kebutuhan usaha, sebagai modal kerja misalnya, juga digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, maka suatu saat akan terjadi "kekeringan arus kas" yang menyebabkan terganggunya roda usaha karena tidak bisa membeli bahan baku lantaran kehabisan uang kas.

Ada baiknya sejak memulai usaha, paling tidak dibuka rekening khusus untuk menampung dan mencatat keuangan usaha yang terpisah dari rekening keuangan rumah tangga. Rekening ini akan menampung modal awal usaha. Misalnya, untuk membeli barang modal, termasuk modal kerja awal untuk pembelian bahan baku, gaji dan biaya operasional lainnya.

Selain membuka rekening terpisah dari rekening rumah tangga, perlu sekali sejak awal membuka usaha, kita sudah memiliki catatan pendapatan dan pengeluaran yang juga terpisah dari catatan pendapatan dan pengeluaran rumah tangga. Pemisahan ini akan memudahkan kita melakukan evaluasi apakah kondisi keuangan, baik usaha maupun rumah tangga yang kita jalankan, masih sehat atau sedang sakit.