Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Implementasi data steward di bisnis

Implementasi data steward di bisnis
Founder of Lightora UMN Incubator

Berbicara soal bisnis, tentunya sangat berkaitan erat dengan peran teknologi dalam mendukung bisnis. Bagi perusahaan-perusahaan besar dan berkembang, mereka memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pendapatan perusahaan. Namun pada kenyataannya, memanfaatkan teknologi saja tidak cukup karena saat ini sangat banyak perusahaan besar yang menggunakan teknologi namun masih belum bisa memecahkan masalah mereka.

Contohnya untuk perusahaan yang bergerak di bidang distribusi, teknologi sangat penting digunakan untuk memanajemen seluruh proses bisnisnya karena melibatkan banyak pelaku bisnis di dalamnya. Masalahnya, bagaimana dengan datanya?

Rata-rata, setiap pelaku bisnis dapat mengumpulkan data yang sangat banyak namun tidak semua pelaku bisnis bisa memanfaatkan data dengan baik untuk meningkatkan revenue perusahaan. Berbicara soal data, business intelligence (BI) mungkin sudah tidak asing lagi dan saat ini pun banyak perusahaan berlomba-lomba untuk menerapkannya demi meningkatkan pendapatan perusahaan. Namun, timbul pertanyaan lagi, apakah hanya dengan menerapkan BI peningkatan pendapatan perusahaan dapat terwujudkan? Pertanyaan tersebut akan terjawab ketika datanya sudah benar-benar di manage dengan baik. Orang yang tugasnya me-manage data inilah yang dinamakan data steward.

Data steward ini banyak disepelekan oleh pelaku bisnis yang ingin menerapkan konsep business intelligence. Tanggung jawab utama data steward ialah membantu tim operasional TI dalam menyediakan data untuk menyelesaikan pekerjaannya. Dimulai dari mengidentifikasi elemen data apa yang diperlukan dan dipersiapkan semuanya.

Hasil dari data steward ini ialah akan membentuk suatu standarisasi dan kontrol data untuk setiap kasus yang dihadapi perusahaan. Agar data steward ini bernilai maka ada dua hal yang perlu diperhatikan ialah integritas data dan kualitas datanya.


Menjaga data
Tidak hanya untuk mempersiapkan dan mengolah data, data steward harus bisa menjaga datanya. Seluruh data seperti standardisasi yang telah dibuat, role modelnya, dan meta datanya harus bisa dijaga dan dikembangkan dengan baik. Hal ini dilakukan karena setiap perubahan data adalah hal yang sangat sensitif untuk perusahaan. Berdasarkan TDWI World Conference tahun 2009, ada 5 model dalam membentuk data steward yakni Subject Area, Organizational, Business Process, Application Level, dan Project Area.

Kelima model tersebut sebaiknya dilibatkan sebagai acuan dalam merancang data sehingga untuk setiap kasus masalah yang dihadapi perusahaan bisa diselesaikan karena memiliki data yang berkualitas. Sama halnya dengan perubahan data sangat berpengaruh pada perusahaan, kualitas data juga sangat berpengaruh pada ketepatan dalam mengambil keputusan.

Dari hal di atas, dapat diketahui bahwa dalam menerapkan BI, kita tidak hanya asal menerapkan dan asal menyediakan data saja. Kekuatan BI ada pada kualitas data yang akan diolah. Banyak aspek-aspek yang perlu dipertimbangkan dan salah satu aspeknya ialah data steward.