Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

JetBlue, Neeleman, dan menjadi pionir

JetBlue, Neeleman, dan menjadi pionir
Kolumnis Internasional dan Pengajar Bisnis, tinggal di California, AS. www.jenniexue


Anda mungkin belum pernah mengenal nama David Neeleman. Namun Anda kemungkinan pernah mendengar, atau melihat selintas nama maskapai penerbangan JetBlue.

David Neeleman adalah pendiri JetBlue, maskapai penerbangan hip berlogo biru yang penuh dengan inovasi dan ide-ide pionir. Kini JetBlue adalah salah satu maskapai penerbangan dengan pertumbuhan bisnis tertinggi di dunia.

Neeleman dilahirkan di Sao Paulo, Brasil di tahun 1959 ketika ayahnya bekerja sebagai jurnalis di sana. Anak ke-2 dari tujuh bersaudara, ia tidak begitu menyukai sekolah, berhasil lulus SMA dan diterima di University of Utah.

Dalam tradisi Mormon, ia harus menjadi relawan sebagai misionaris selama dua tahun di Brasil. Pengalaman tersebut mengubah jalan hidupnya. Saat jadi relawan itu, Ia belajar tentang kepemimpinan dan arti sukses.

Kembali ke Utah, ia memulai keluarga, ketika ia ditawari untuk menjadi agen pemasaran salah satu pemilik timeshare. Ia menyewakan unit kondo timeshare sambil membuatkan paket penerbangan untuk berwisata di Hawaii. Penghasilannya saat itu mencapai US$ 600 per hari, sehingga ia pun drop-out dari universitas lantaran aktivitas pekerjaannya ini.

Setelah satu setengah tahun menikmati sukses sebagai pemula, maskapai penerbangan partnernya bangkrut. Karenanya, ia perlu mencari jalan keluar bagi peserta paket wisatanya. Ia pun bekerja di Grandpas Grocery Store di malam hari.

Teman keluarga June Morris pemilik Morris Travel Service menawarkan pekerjaan kepada David Neeleman. Ia pun menjalankan ide discount air travel dengan nama Morris Air. Hanya dengan penawaran US$ 69, seorang turis bisa mencapai perjalanan wisata dari Salt Lake City ke Los Angeles.

Neeleman sangat detil dalam manajemen, sehingga ia dikenal cukup dekat dengan para bawahannya. Ia juga sangat kreatif, penuh ide-ide baru, yang diduga merupakan akibat positif dari Attention Deficit Disorder (ADD) yang dideritanya sejak kecil.

Di tahun 1993, ia mengalami kegelisahan hingga ia mengontak maskapai budget Southwest Airlines berbasis di Dallas, Texas. CEO Southwest Herb Kelleher mengakuisisi Morris Air senilai US$ 128 juta. Dari jumlah ini, US$ 20 juta masuk ke kantong Neeleman.

Herb Kelleher adalah idola David Neeleman. Dan Kelleher menerima Neeleman sebagai sahabat. Neeleman bekerja di bawah Kelleher namun ADD yang dideritanya mengganggu hubungan baik dengan orang lain. Akhirnya ia pun dipecat di tahun 1993.

Tidak lama kemudian, ia mendapatkan tawaran pekerjaan di WestJet, maskapai baru Kanada. Mereka memerlukan seseorang yang mampu berpikir di luar kotak dan penuh inovasi dalam menentukan rute. Walhasil, dalam lima tahun saja, WestJet menjadi maskapai terbesar kedua di seluruh Kanada.

Ide terbaru Neeleman setelah memenuhi lima tahun non-compete agreement dengan SouthWest adalah low-cost carrier atau budget airline. Neeleman bertekad untuk menjadikan New York City sebagai HQ maskapai barunya, padahal ini adalah rute yang kompetitif.

Di tahun 1998, Neeleman memperoleh dana US$ 120 juta dari para investor dan lahirlah maskapai baru bernama JetBlue. Kursi berlapis kulit, televisi satelit, gaya modern, dan marketing savviness memberikan arti baru bagi maskapai ekonomis. JetBlue juga tidak menawarkan kursi first class, menambah ruang kaki, dan memperpendek waktu tunggu.

Penerbangan mewah dengan harga ekonomis. David Neeleman pun menjadi tokoh idola media. Ia dikenal ramah dan sering duduk bersama para penumpang untuk merasakan sendiri servis awak kapal. Kepemimpinan modern dan inovatif. Mirip dengan Herb Kelleher dari SouthWest.

Perusahaan ini menjual saham atau Initial Public Offering (IPO) pada 2002. Harga sahamnya dibuka US$ 11 dan pernah mencapai USD 31 per saham. Pertumbuhan bisnis JetBlue sangat cepat.

Pada 2005, saat harga bahan bakar sangat tinggi, sehingga nilai saham menurun tajam. Juga reputasi menurun ketika badai salju datang dan penumpang tertahan di dalam pesawat tanpa bisa kemana-mana selama 10 jam. Akhirnya David Neeleman pun digantikan oleh David Barger sebagai CEO terhitung sejak Mei 2007.

Kemudian pada 2009, Neeleman memulai maskapai baru bernama Azul Brazilian Airline dengan modal US$ 225 juta. Azul sendiri berarti biru dalam bahasa Portugis. Kini omzetnya US$ 5 miliar per tahun dan merupakan maskapai terbesar ketiga di Brasil. Mengapa Brasil?

Brasil merupakan pasar besar dengan penduduk hampir 200 juta, namun baru sekitar 10% penduduk yang pernah menggunakan pesawat. Azul menerbangkan 5 juta customer di Brasil dalam waktu dua tahun.

Kunci keberhasilan beruntun Neeleman: produk terbaik dengan harga terendah. Efisiensi optimal untuk hasil optimal. Jadilah pionir.