: WIB    —   
indikator  I  

Stall IHSG tahun 2001 sampai 2015

Stall IHSG tahun 2001 sampai 2015
Center For Finance and Investment Research Prasetiya Mulya Business School

Mari kita sejenak bermain dengan statistik bursa saham. Dalam artikel kali ini, saya tampilkan data historis penurunan tajam (stall) harga saham yang diukur dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Data IHSG saya ambil dari www.finance.yahoo.com. Sedangkan periode pengamatan sejak 1 Januari 2001 hingga 16 Oktober 2015.

Penurunan tajam harga saham memberikan peluang bagi investor untuk membeli saham berfundamental bagus pada harga murah.

Tahun 2015 merupakan salah satu tahun yang penuh gejolak bagi para investor saham. Hal ini tampak dari frekuensi penurunan IHSG lebih dari 2% dalam sehari.

Pada Tabel 1 terlihat bahwa selama tahun 2015, sudah 12 kali IHSG turun lebih dari 2% dalam sehari. Hanya tahun 2008 (43 kali), 2002 (20 kali), 2013 (16 kali), 2011 (15 kali), 2007 dan 2009 (14 kali) yang mengalahkan tahun 2015.

Namun data tahun 2015 hanya sampai pertengahan Oktober. Masih ada 2,5 bulan hingga akhir tahun. Jadi peluang 2015 mengalahkan tahun 2013, 2011, 2007 dan 2009 masih besar.

Diperkirakan gejolak IHSG di kuartal terakhir tahun ini masih tinggi mengingat belum stabilnya kondisi perekonomian Indonesia serta kondisi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Bandingkan dengan tahun 2012 yang relatif tenang. IHSG jatuh lebih dari 2% hanya sebanyak dua kali kejadian.

Pada Tabel 2 terlihat bahwa pada tahun 2015, penurunan lebih dari 2% sehari terjadi pada bulan April (2 kali), Juni (1 kali), Agustus (4 kali), September (4 kali) dan Oktober (1 kali). Penurunan tertinggi terjadi pada 24 Agustus (3,97%).

Penurunan 3,97% belum seberapa dibandingkan rekor penurunan IHSG (periode 2001 sampai sekarang) sebesar 10,38%, yang terjadi pada 8 Oktober 2008 silam. Di luar tahun krisis besar (2008), IHSG pernah mengalami penurunan tajam di 14 Oktober 2002 (10,36%), 22 September 2011 (8,88% siapa bilang 8 adalah angka hoki?), serta 17 Mei 2004 (7,5%).

Moralnya, jangan kaget jika di sepanjang sisa tahun ini IHSG masih akan mengalami beberapa penurunan lebih dari 2%. Peluang IHSG mengalami penurunan lebih dari 5% selalu ada.

Improbable but not impossible. Seperti kata pelawak Srimulat, Asmuni, tidak ada hil yang mustahal. Apalagi di bursa saham.


Close [X]