Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Learning hacks untuk sukses

Learning hacks untuk sukses
Kolumnis Internasional dan Pengajar Bisnis, tinggal di California, AS

Setiap aktivitas manusia adalah aktivitas belajar. Ketika Anda menuliskan laporan kerja, menyusun pembukuan, dan memasarkan suatu produk, pasti Anda mempelajari hal-hal baru. Untuk jalur cepat alias jalan pintas yang mempertinggi kualitas dan kuantitas pembelajaran Anda, ada beberapa tip learning hacks.

Hacking sendiri merupakan terminologi komputer dan teknologi informasi, di mana suatu program maupun database diserang sehingga data dan informasi di dalamnya dapat dimanipulasi. Dalam hal apapun, termasuk proses belajar, hacking ini bisa dilakukan.

Ada lima hacks yang bisa diterapkan dalam situasi belajar di manapun: Pertama, manajemen waktu; kedua, psikologi; Ketiga, pembacaan; keempat, riset; dan kelima, penulisan.

Pertama, dalam hacking manajemen waktu, gunakan teknik snowballing alias efek guliran bola salju". Maksudnya, ketika daya konsentrasi dan motivasi Anda telah menyatu dalam fokus yang baik, dengan derap irama yang baik maka gunakan momentum tersebut sebaik mungkin.

Saat mencapai proses ini, kerjakan tugas yang perlu diselesaikan seoptimal mungkin. Mulailah dengan tugas-tugas yang ringan dan mudah terlebih dahulu.

Kedua, hacking waktu sebenarnya hacking mental, di mana kondisi mental distimulasi sedemikian rupa, sehingga mempunyai derap dan kualitas kerja yang lebih baik daripada biasanya. Caranya, berikan reward bagi diri sendiri untuk menyelesaikan suatu tugas. Apa saja, seperti satu batang coklat maupun menonton beberapa video YouTube.

Ketiga, hacking psikologi bisa berbentuk macam-macam. Misalnya, ketika Anda perlu mengingat sesuatu, seperti kode-kode dan regulasi, gunakan mnemonik dan asosiasi. Ketika mood Anda kurang produktif, pasang timer Pomodoro maupun timer di telepon genggam Anda dalam interval 15 menit. Jadi, 15 menit fokus non-stop sebelum memperoleh reward istirahat 5 menit, dan ulangi.

Jika Anda adalah seorang yang sering menunda-nunda pengerjaan atau tugas, sebaiknya Anda tidak menggunakan lagi jadwal khusus. Sebaliknya, gunakan waktu seefektif mungkin.

Ketika motivasi muncul untuk beberapa menit, pakailah kesempatan ini untuk mengerjakan tugas tersebut. Tenggat waktu alias deadline tentu harus dihormati dan ini merupakan batas waktu terakhir untuk menyelesaikan sebuah tugas.

Kemudian, untuk mengingat hal-hal tertentu yang perlu sangat akurat, bacalah dengan lantang dan gunakan beberapa indra sekaligus. Misalnya sambil membaca yakni saat menggunakan indra wicara, Anda mendengarkan ucapan sendiri yaitu memakai indra pendengaran.

Kemudian sembari menuliskan kembali apa yang telah diucapkan dengan lantang yakni mengoptimalkan penggunaan indra mata dan kinestetik. Setiap indra akan memasukkan informasi yang sama ke dalam otak kita, sehingga efeknya beberapa kali lipat dan lebih efektif.

Sebelum rapat, bacalah dulu materi yang akan disajikan. Perkirakan dan persiapkan topik apa yang akan dibawakan oleh tim, sehingga Anda tidak perlu mengingat-ingat dengan susah payah. Minimal, lakukan skimming materi sehingga garis besar bisa ditangkap.

Bagaimana metode skimming yang efektif? Bacalah kalimat pertama dalam setiap paragraf. Lompati kalimat-kalimat berikutnya. Niscaya, Anda bisa mendapatkan saripati tulisan dengan baik tanpa membuang waktu setengah jam per halaman.

Keempat; riset merupakan strategi hacking yang penting. Bayangkan bagaimana reaksi atasan Anda ketika Anda bisa memberikan informasi tentang kota Tokyo secara mendetil. Misalnya, dalam suatu rapat sebelum keberangkatan tim pemasaran ke negeri Sakura.

Berbagai situs internet bisa membantu. Jika Anda terburu-buru, bisa masukkan kata kunci di YouTube. Hanya dalam beberapa menit, informasi bisa dengan mudah Anda tonton.

Dalam rapat, ajukan pertanyaan-pertanyaan berbobot yang membutuhkan jawaban agak panjang dan mendetil. Ini menunjukkan perhatian Anda sehingga atasan dan anggota tim turut belajar bersama Anda. Selain itu, peformance Anda bisa dinilai lebih positif karena pikiran Anda dinilai lebih kritis dari anggota tim lainnya.

Ketika Anda perlu menuliskan laporan kerja, gunakan outline. Setiap poin di dalam outline tersebut harus Anda jelaskan dalam satu sampai tiga paragraf. Outline tersebut telah mewakili keseluruhan laporan dan dapat dengan cepat diisi dengan narasi laporan sesungguhnya.

Silakan menggunakan learning hacks dalam mencapai sukses. Semoga berhasil.