Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Industri-industri masa depan

Industri-industri masa depan
Kolumnis Internasional dan Pengajar Bisnis, tinggal di California, AS

Industri-industri apa saja yang akan bertahan di masa depan? Pertanyaan ini sangat penting bagi pembuat keputusan sebelum menentukan langkah bisnis. Kita perlu mengenal seperti apa di masa depan, sehingga keputusan-keputusan bisnis bisa diambil dengan baik.

Pertama-tama, sebaiknya kita berangkat ke masa depan saat ini juga. Bagaimana caranya? Mulailah dengan mengunjungi first world countries, yaitu negara-negara maju.

Negara maju terdekat adalah tetangga kita sendiri: Singapura. Idealnya, Anda kunjungi minimal lima negara maju di berbagai benua sebelum mengambil kesimpulan seperti apa masa depan itu. Empat negara maju lainnya seperti AS, Australia, Inggris, dan Korea Selatan, misalnya.

Bandingkan bagaimana warga menjalani kehidupan sehari-hari mereka, kenali kelebihan dan kekurangan kelima negara tersebut berdasarkan pengalaman Anda. Pasti terasa berbeda.

Silakan Anda catat keunikankeunikan yang dirasakan. Mengapa mengunjungi negara-negara maju adalah perjalanan kita ke masa depan? Gaya hidup, teknologi, dan prioritas yang dihadapi di negara-negara maju saat ini akan kita hadapi ketika peradaban kita telah mencapai tahap serupa. Ini ibarat time traveler, tentu dalam makna figuratif.

Kedua, kenali masalah-masalah di negara-negara maju, karena pada substansinya, setiap produk memberi solusi bagi problem. Beberapa masalah klasik mereka adalah: berusaha lebih dari apa yang kini dimiliki, stres akan berkurangnya lahan dan tempat tinggal, stres akan tidak cukupnya waktu untuk beraktivitas, stres karena terlalu lelah, tingginya angka perceraian dan rendahnya kualitas hubungan antar manusia, kesepian, dan lingkungan hidup yang semakin rendah kualitasnya.

Di tahun 2050, diperkirakan akan ada 6 miliar orang tinggal di daerah urban, sehingga overcrowdedness dan affordable housing menjadi masalah utama. Di tahun 2016 ini saja, Jakarta dan kota-kota besar Indonesia, dua masalah ini sangat mempengaruhi kualitas hidup warga. Bayangkan apabila ada dua kali lipat jumlah warga yang tinggal di daerah urban Indonesia.

Bagaimana suatu produk memberi solusi bagi persoalan-persoalan di masa depan merupakan jawaban bagi industri-industri apa saja yang akan bertahan di masa depan.

GoJek dan GrabBike mungkin paling sesuai di masa kini bagi mereka yang tinggal di ibukota Indonesia, mengingat buruknya sistem transportasi publik yang ada. Ketika suatu produk menjawab persoalan saat itu, maka bisa diprediksikan besarnya efek ledakan.

Lima bidang industri yang diprediksikan sangat dibutuhkan di masa depan: Pertama, berhubungan dengan data dan algoritma. Hampir semua unit bisnis, manajemen, dan operasional bisnis kini dihubungkan dengan Internet dan analisis berbasis komputer. Data dan algoritma telah menjadi bagian hidup sebagaimana bernafas dan makan minum. Dibutuhkan: Jasa data crunching dan Research & Development.

Kedua, berhubungan dengan peningkatan kualitas hidup dan kesehatan fisik, psikis, dan emosional. Berbagai profesi yang menurunkan stres dan meningkatkan kesehatan diprediksikan akan bertahan terlepas kondisi ekonomi makro dan regional, mengingat semakin kompleks kehidupan, manajemen stres dan kesehatan pribadi semakin urgen. Dibutuhkan: Industri kesehatan, konsultasi kesehatan/psikologi, dan alat-alat kesehatan.

Ketiga, berhubungan dengan peningkatan kualitas ekologi. Berbagai bentuk substitusi sumber daya alam yang diperbaharui seperti solar power, wind power, water power , dan nuclear power, semakin umum dan ini berarti berbagai produk B2B yang mendukung industri ini menjadi kebutuhan pokok. Dibutuhkan: Industri riset, konsultasi ekologi, dan konsultasi manajemen.

Keempat, berhubungan dengan peningkatan kualitas pemeliharaan, baik manusia, hewan peliharaan, maupun instrumen teknologi. Dibutuhkan: bisnis-bisnis yang menciptakan otomatisasi maintenance maupun jasa pemeliharaan, seperti nursing home, pet boarding hotel, dan mechanical maintenance.

Kelima, berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, termasuk sandang, pangan, papan, grooming, transportasi, dan jasa-jasa lainnya. Ini sangat bervariasi tergantung kebutuhan individu dan institusi. Dibutuhkan: bisnis-bisnis jasa seperti app-based AirBnB, Uber, dan GoJek. Juga bisnis-bisnis yang berhubungan dengan jasa keuangan yang memberi keuntungan.

Prinsipnya, bagaimana peradaban yang lebih maju berada di suatu titik waktu, ke situ pulalah kita akan berada. Kapan? Ini masih merupakan tanda tanya, karena velositas perkembangan suatu peradaban berbeda dari perkembangan peradaban yang lain.

Silakan mengunjungi masa depan untuk memahami bagaimana tetap sukses ketika masa itu datang.