Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Resolusi keuangan tahun 2016

Resolusi keuangan tahun 2016
Senior Advisor PT BNP ParibasInvestment Partners

Menutup akhir tahun, biasanya kita diajak melakukan refleksi dan evaluasi atas perjalanan kehidupan yang baru saja dijalani sepanjang tahun sebelumnya. Memulai tahun baru kita lazimnya diajak membuat resolusi untuk menentukan sasaran atau tujuan yang ingin dicapai di tahun ini. Membuat suatu resolusi umumnya terkait erat dengan hasil evaluasi dari kejadian, kondisi serta hasil yang dicapai sebelumnya

Resolusi dalam hal keuangan, baik bagi pribadi, keluarga maupun pemilik usaha mikro atau rumahan, sebaiknya tidak terjebak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan atau tujuan keuangan jangka pendek dalam satu tahun ke depan. Namun, perlu juga membuat suatu resolusi yang bersifat strategis untuk jangka menengah dan panjang, jika belum dimiliki atau dibuat sebelumnya.

Resolusi keuangan yang bersifat strategis, untuk pemenuhan kebutuhan jangka menengah dan panjang bagi pribadi dan keluarga, yang sebelumnya belum pernah dilakukan, misalnya melakukan perencanaan persiapan pensiun. Di lain pihak, sebagai pemilik usaha mikro, contoh resolusi keuangan strategis adalah membuat rencana pengembangan usaha untuk lima tahun ke depan.

Resolusi ini disebut strategis, mengingat implementasinya sudah harus mulai dilakukan saat ini secara berkelanjutan. Tanpa ada perencanaan jangka panjang, tahun demi tahun akan berjalan tanpa persiapan. Di kemudian hari, saat kebutuhan tersebut sudah di depan mata akan sangat sulit untuk bisa dipenuhi.

Hal strategis lainnya yang bisa dijadikan sebagai resolusi keuangan tahun ini adalah memulai memiliki laporan keuangan pribadi atau keluarga yang terpisah dengan laporan keuangan usaha. Banyak pengusaha mikro dan rumahan yang masih menyatukan rekening pribadi dan usaha mereka dan belum memiliki laporan keuangan secara terpisah.

Resolusi memiliki laporan keuangan boleh dibilang bersifat strategis, karena laporan keuangan bukan hanya sarana untuk mencatat aset dan utang; pemasukan dan pengeluaran; serta laba atau rugi usaha, tetapi juga sebagai sarana melakukan evaluasi dan mengukur tercapai tidaknya tujuan keuangan yang ingin diraih.