Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Mengelola utang usaha

Mengelola utang usaha
Senior Advisor PT BNP Paribas Investment Partners

Memiliki utang bagi kebanyakan pengusaha adalah hal yang wajar. Jika dikelola dengan baik, utang bahkan bisa mempercepat pertumbuhan usaha.


Ada dua tujuan utang, yakni untuk mendanai investasi yang bersifat jangka panjang, seperti pembangunan tempat usaha dan pembelian mesin atau alat produksi. Kedua, untuk modal kerja yang bersifat jangka pendek.

Nah, bagi pengusaha pemula, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, ketika akan berutang untuk mengembangkan usaha.

  1. Rencanakan dan perhitungkan dengan matang batasan dalam berutang. Pastikan usaha yang dijalankan bisa berjalan dengan keuntungan di atas bunga utang. Misalnya jika bunga pinjaman 13% per tahun, maka keuntungan usaha Anda harus lebih dari13% per tahun. Rencanakan agar besarnya cicilan per bulan tidak melebihi 30% dari pendapatan usaha dan usahakan agar jumlah keseluruhan utang tidak melebihi 50% dari total aset usaha yang dilakukan.
  2. Pencatatan utang dilakukan secara teliti dan cermat. Jika fasilitas utang berasal dari bank atau lembaga keuangan, umumnya akan dilengkapi dengan perjanjian dengan akta notaris. Fasilitas utang dari perorangan pun harus dicatat dan sebaiknya dibuat dalam bentuk perjanjian. Semua utang baik dari lembaga maupun dari perorangan harus tercatat dan diinventaris dengan cermat, karena menyangkut kewajiban ke pihak ketiga yang harus dipenuhi. Kegagalan pemenuhan kewajiban utang akan berisiko terhadap reputasi dan hilangnya kredibilitas.
  3. Kewajiban pembayaran cicilan memaksa pengusaha harus memantau dan menjaga arus kas, terlebih jika penjualan produk atau jasa tidak dibayar secara tunai. Ini bisa mengakibatkan piutang, yang jika tidak lancar akan mengganggu pembayaran cicilan.

Selain menjadi "amunisi" untuk mengembangkan usaha, utang juga bisa menjadi musuh yang bisa menghancurkan usaha jika tidak dikelola baik. Risiko berutang akan muncul jika batasan di atas terlewati dan jika arus kas yang diharapkan meleset dari rencana.

Hati-hati dengan utang, yang umumnya diperoleh dengan menjaminkan aset, karena kegagalan melakukan pembayaran berpotensi pada kehilangan aset dan bangkrut