: WIB    —   
indikator  I  

Startup big data bervaluasi tinggi

Startup big data bervaluasi tinggi
Founder of Lightora UMN Incubator

Mungkin di Indonesia kita sudah familiar dengan startup di bidang e-commerce, transportasi, travelling, dan finansial. Startup-startup seperti Go-Jek, Tiket.com, Traveloka, Kartuku, Tokopedia, BukaLapak, Lazada, dan lain-lain tentunya sudah familier didengar.

Tapi pernahkah Anda mendengar tentang startup di bidang Big Data?

Di Indonesia mungkin masih sedikit sekali terdengar startup di bidang Big Data seperti PHI-Integration atau Lightora.

Kali ini penulis ingin mengulas tentang tiga startup di luar yang telah sukses sehingga memvalidasi pernyataan "Data is the new currency" dan "Big Data is the next Big Thing".

Palantir Technologies

Palantir Technologies, Inc. adalah perusahaan perangkat lunak dan penyedia layanan Amerika yang berfokus di analisa data. Didirikan 2004 oleh Nathan Gettings, Peter Thiel, Alex Karp, Joe Lonsdale dan Stephen Cohen–lima orang yang sangat kompeten di bidang teknologi, Palantir memiliki fokus ke non-consumer tapi lebih ke public service Amerika seperti agen federal dan komunitas intelijen pemerintah Amerika.

Palantir kemudian merambah ke industri finansial dan kesehatan. Palantir memiliki dua produk utama. Palantir Gotham adalah perangkat lunak yang digunakan untuk analisa pencegahan terorisme, deteksi kecurangan pada penggunaan anggaran pemerintah, dan analisa kejahatan cyber.

Palantir Metropolis adalah produk analisis yang memiliki kemampuan investigasi data kuantitatif secara masif dengan mengintegrasikan berbagai sumber data yang kelihatannya tidak berhubungan ke dalam satu lingkungan terpadu.

Dari sisi keuangan, Palantir juga sangat sehat dan berkembang pesat. Saat ini perusahaan telah menerima investasi US$ 2,42 miliar dari 12 investor dan memiliki valuasi US$ 15 miliar pada Januari 2015.

Tableau Software

Tableau adalah startup di bidang visualisasi data dan didirikan pada Januari 2003 oleh Chris Stolte, Christian Chabot and Pat Hanrahan. Tableau didirikan dengan tujuan mengkomersialkan harsil riset mereka di Stanford University.

Dengan kombinasi produk visualisasi mereka yang sangat kaya, eye-catching mudah diimplementasikan, skema harga yang baik dan paling penting para pemegang keputusan dapat bergerak cepat dari hasil analisa yang mudah dipahami –penetrasi Tableau ke dunia enterprise dengan otomatis tidak terbendung lagi.

Dengan menerima ‘hanya’ US$ 15 juta pada 2004 dan 2008 Tableau berkembang dengan sangat sehat. Pada tahun 2013 keuntungan kotor mencapai US$ 232.44 juta, meningkat jauh dari keuntungan pada 2010 sebesar US$ 34.2 juta. Saat ini valuasi Tableau mencapai US$ 6 miliar.

Cloudera Inc

Cloudera adalah perusahaan perangkat lunak asal Amerika yang didirikan 2008 oleh Christophe Bisciglia, Amr Awadallah, Mike Olson, dan Jeff Hammerbacher dan memfokuskan diri di pengembangan dan penyediaan layanan Hadoop–sebuah platform yang menjadi standar di bidang Big Data saat ini.

Doug Cutting sebagai pendiri Hadoop sejak 2009 bergabung juga di Cloudera. Cloudera memungkinkan bisnis dan IT Professional mengembangkan dan mengimplementasikan produk-produk analytics yang berbasiskan Hadoop dengan sangat cepat dan dukungan prima.

Dengan valuasi diperkirakan US$ 5 miliar tahun ini–tidak dipungkiri lagi kalua Cloudera akan menjadi pemain yang sangat berpengaruh di tahun-tahun mendatang.


Close [X]