Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Pengeluaran usaha

Pengeluaran usaha
Senior Advisor PT BNP Paribas Investment Partners

Dalam menjalankan usaha, istilah pengeluaran sering disamakan dengan biaya-biaya. Bagi pengusaha pemula yang tidak memiliki latar belakang akuntansi, pengeluaran-pengeluaran seperti untuk membeli mesin, merenovasi ruang kantor, membeli bahan baku, pembayaran gaji, promosi penjualan dan pengeluaran lain mungkin dianggap sama sebagai satu jenis pengeluaran usaha.

Dalam pencatatan atau akuntansi keuangan suatu usaha, pengeluaran di atas perlu dikategorikan agar memudahkan melakukan pengawasan dan analisa dalam laporan keuangan.

Adanya kategorisasi pengeluaran sangat menentukan besar aset yang dimiliki, besar untung atau rugi usaha dan kewajiban pajak yang harus dibayarkan oleh suatu badan usaha.

Apa saja kategori pengeluaran? Umumnya pengeluaran dibagi dua kategori. Pertama, pengeluaran modal (capital expenditure), yakni pengeluaran untuk memperoleh aktiva tetap.

Pembelian mesin, renovasi kantor, atau pengeluaran lain, yang sifatnya memberikan manfaat jangka panjang bagi perusahan, akan dicatatkan sebagai aktiva dalam neraca keuangan yang kemudian secara periodik nilainya akan disusutkan (depresiasi).

Kategori kedua, adalah pengeluaran pendapatan (revenue expenditure) atau sering juga disebut pengeluaran operasional (operating expense).

Ini adalah pengeluaran yang manfaatnya sudah digunakan dalam periode berjalan dan sifatnya mempertahankan, agar operasional usaha bisa tetap berjalan.

Contohnya, pengeluaran pembayaran gaji, pemeliharaan mesin, promosi penjualan, masuk dalam kategori ini dan dicatatkan dalam laporan laba/rugi, tidak dicatatkan sebagai aset.

Perbedaan kategori dan waktu pengakuan pengeluaran apakah sebagai aset  atau sebagai biaya/beban sangat penting. Ini bukan hanya memberikan gambaran kondisi kewajaran kinerja operasional dan keuangan suatu usaha, tapi juga terkait dengan perhitungan dan pembayaran pajak.

Oleh karena itu, penting bagi setiap pengusaha pemula yang tidak memiliki latar belakang akuntansi mulai belajar dasar-dasar akuntansi untuk memahaminya.

Jadi, tidak hanya fokus pada bagaimana membuat dan menjual produk atau jasa saja.