: WIB    —   
indikator  I  

Samurai, Oracle, dan Larry Ellison

Samurai, Oracle, dan Larry Ellison
Kolumnis internasional serial entrepreneur dan pengajar, bisnis, berbasis di California.

Larry Ellison dikenal sebagai seorang pendekar samurai dalam arti kata sebenarnya di Silicon Valley. Ia sering mengenakan kimono berwarna tua ala samurai dan sifatnya tidak kenal mengalah.

Para kompetitor pun dibuat gentar oleh kekerasan hati dan kemahirannya dalam berbisnis.

Ellison tidak hanya menerapkan filsafat bushido secara internal. Ia juga dikelilingi oleh semangat bushido secara fisik.

Rumahnya yang bernilai US$ 200 juta di Woodside, California pun didekorasi sebagaimana seorang samurai menetap, lengkap dengan taman ala Jepang. Ia juga dikenal sebagai chief executive officer Silicon Valley dengan bayaran terbesar yaitu US$ 1,85 miliar.

Larry Ellison adalah pendiri Oracle, salah satu perusahaan software pionir di dunia yang bermarkas di Redwood Shores, Silicon Valley.

Kemampuan menjual Ellison memang legendaris. Produk relational database yang menjanjikan sorting informasi dalam jumlah masif saat itu masih jauh dari selesai, tapi terjual laris manis.

Software Oracle sendiri merupakan tulang punggung bagi para raksasa dotcom dan pemerintah, seperti Amazon, CIA, dan lainnya. Konsumen juga pasti pernah menggunakan software buatan Oracle, namun tidak menyadarinya.

Karir menulis program komputer dimulai di Berkeley, California pada 1973, saat ia bekerja untuk Amdahl. Ia sebenarnya kurang suka memprogram, lebih senang jualan.

Bakat ini semakin menonjol ketika ia bekerja di Ampex yang memiliki klien CIA. Tidak lama kemudian ia membangun Software Development Laboratories bersama ahli program Bob Miner.

Bak samurai, ia sangat mengenali medan dan musuh. Saat itu, IBM memiliki keahlian dan teknologi yang dibutuhkan pasar, namun mereka luput bergerak sebagai pionir. Dia pun mempekerjakan Programmer Bruce Scott untuk menulis kode program tersebut di Oracle.

Ellison sangat kompeten dalam mengenali kemampuan bekerja seseorang. Ia hanya mau mempekerjakan pemenang yang selalu menang. Partner-partner jeniusnya Bruce Scott, Bill Miner, Ed Oates, dan Stuart Feigin sangat besar peranannya dalam mensukseskan Oracle.

Menurut Bruce Scott, Ellison tidak memiliki karakteristik klasik seorang pemimpin. Ia tidak suka mengikuti perintah, sebagaimana ia juga suka sekolah. Namun ia sangat keras hati, agresif, dan pantang mundur sehingga ia pantas menduduki posisi Chief Evangelist.

Produk pertama Oracle bernama Oracle Database Version 2 dijual kepada CIA. Uniknya, produk ini tidak ada versi pertamanya. Pemberian nama dan versi produk bertujuan memberi sugestif “versi yang lebih baik dan tidak banyak bug” yang ternyata sukses besar.

Ellison belajar dari filosofi samurai Jepang yang diterapkan dalam bisnis mereka, yaitu para kompetitor mencuri periuk nasi anak cucu kita dan market share kurang dari 100% tidaklah cukup.

Prinsip bisnis Ellison ini dikenal sebagai “The Oracle Way.” Kemenangan merupakan adiksi, karena semakin sering menang, Anda semakin ingin menang.

Namun, gaya bisnis ultra agresif ini ada kontranya. Kebiasaan menjual future product berarti ketika produk itu selesai diproduksi, maka tidak ada lagi konsumen yang belum digarap.

Omzet telah diterima 2 hingga 3 tahun sebelum produknya sendiri selesai diproduksi. Juga ada unsur ketergesa-gesaan sehingga Oracle Version 6 penuh dengan bug, sehingga banyak komplikasi dan komplain dari konsumen.

Pada 1996, Ellison meluncurkan komputer mini Network Computer sebagai saingan Microsoft. Namun NC ternyata gagal karena dunia masih belum siap dengan komputer tersebut.

Visi Ellison mengenai komputer mini kini dapat kita nikmati sebagai komputer laptop, notebook, dan tablet.

Manajemen Oracle yang dijalankan dengan tangan besi oleh Ellison semakin kehilangan serdadu. Kultur super kompetitif Oracle di mana para sales superstar top 10% mendapatkan bonus jutaan dollar tampaknya terlalu menekan psikis.

Tahun 2004, Oracle mengambil alih PeopleSoft dengan hostile takeover sebesar US$ 10,3 miliar setelah 1,5 tahun berperkara di pengadilan.

Bisnis Ellison berjalan lebih lancar setelah akuisisi PeopleSoft ini dan 52 akuisisi lainnya sebesar US$ 34 miliar. Di tahun 2009, ia mengakuisisi Sun Microsystems sebesar US$ 7,4 miliar.

Bisnis kembali berjalan lebih baik, obsesinya untuk membawa AS sebagai pemenang balap perahu yacht dan piala BMW-Oracle America’s Cup dilakoni di tahun 2010 dengan menghabiskan US$ 400 juta. Ia pun berhasil memenangkan piala ini di tahun 2010 dan 2013.

CEO Hewlett-Packard kala itu Mark Hurd dipecat atas dasar pelecehan seksual dan tuduhan penggelapan uang. Ellison tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dengan menawarkan posisi penting kepada Hurd.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Larry Ellison adalah samurai sejati. Tiada kata kalah. Dan selalu bermitra dengan para samurai.


Close [X]