Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Break even point

Break even point
Senior Advisor PT BNP Paribas Investment Partners

Setiap usaha pasti berharap untuk memperoleh keuntungan secara finansial, walau keuntungan bukan hanya satu-satunya tujuan seseorang mendirikan usaha.

Keuntungan finansial dibutuhkan selain untuk  keberlangsungan usaha juga diharapkan untuk menjadi salah satu sumber dana bagi pengembangan usaha dalam jangka panjang.

Dalam proses perencanaan, salah satu analisa untuk memenuhi tujuan di atas adalah analisa break even point (BEP), yang bertujuan untuk menentukan 'titik impas' atau kondisi di mana sejumlah unit produk atau volume jasa harus dijual sehingga suatu usaha tidak mengalami kerugian walau juga belum memperoleh keuntungan.

Besarnya jumlah unit (volume) penjualan ini umumnya akan menjadi acuan atau target minimum dalam penjualan agar semua biaya-biaya yang dikeluarkan tertutup alias tidak mengalami kerugian.

BEP dihitung dengan membagi biaya tetap (fixed cost/FC) dengan selisih antara harga penjualan (price/P) per unit dengan biaya variabel (variable cost/VC) per unit, atau secara formula matematis : BEP = FC / (P-VC).

Dengan formula ini, sebagai contoh jika suatu usaha memiliki biaya tetap sebesar Rp 50 juta, biaya variabel per unit sebesar Rp 25.000 dan harga jual sebesar Rp 75.000, maka BEP usaha tersebut adalah ketika volume penjualan mencapai 1.000 unit atau setara dengan nilai penjualan 1.000 x Rp 75.000 = Rp 75 juta.

Besarnya BEP di atas tersebut ditentukan oleh tiga faktor : biaya tetap, biaya variabel per unit dan harga jual per unit. Untuk bisa menghitung biaya tetap dan biaya variabel per unit dibutuhkan pengetahuan tentang akuntansi biaya yang tidak selalu sederhana, tergantung sumber daya dan proses produksi yang terlibat.

Adanya analisa BEP memberikan ruang bagi pengusaha atau manajemen perusahaan untuk melakukan perencanaan, khususnya dalam menentukan biaya produksi, jumlah yang harus diproduksi, harga jual serta target minimum penjualan untuk menghindari kerugian.

Menariknya faktor-faktor perencanaan di atas saling terkait. Biaya produksi akan mempengaruhi harga jual, harga jual akan mempengaruhi volume penjualan, volume penjualan akan mempengaruhi volume produksi dan volume produksi akan mempengaruhi biaya produksi.