Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Saving dan investing

Saving dan investing
Senior Advisor PT BNP Paribas Investment Partners

Mungkin sebagian di antara kita tidak merasa perlu membedakan antara menabung dan berinvestasi.

Perlukah dibedakan? Ada beberapa aspek menarik membahas hal ini. Menabung biasanya dikaitkan dengan kemampuan menyisihkan sebagian penghasilan bulanan. Memang seharusnya setiap orang mampu menabung, katakanlah 10%-30% dari penghasilan bulanan.

Semakin besar pendapatan seseorang, seharusnya semakin besar porsi tabungan, bukan sebaliknya. Jika sudah disisihkan setiap bulan, untuk apa uang tabungan ini dan disimpan di mana?

Inti perlunya memiliki tabungan rutin adalah untuk memenuhi biaya kehidupan masa depan, yang bukan biaya rutin bulan. Apa saja biaya kehidupan masa depan? Pertama, menyiapkan dana darurat. Kedua, untuk kebutuhan jangka pendek, dan ketiga, diinvestasikan bagi kebutuhan jangka menengah dan jangka panjang.

Jika belum memiliki dana darurat (akan dibahas di tulisan lain), sebaiknya prioritaskan memilikinya sebelum memenuhi kebutuhan lain, kecuali jika ada kebutuhan yang lebih mendesak.

Terkait tujuan kebutuhan dana darurat dan kebutuhan jangka pendek, dana hasil penyisihan bulan ini biasanya akan disimpan dalam rekening tabungan dan deposito. Faktor perlindungan nilai pokok menjadi lebih penting (dibandingkan imbal hasil atau return) untuk menghindari berkurangnya nilai dana ketika akan dibutuhkan, misalnya setahun hingga 3 tahun ke depan.

Jika kedua kebutuhan di atas telah terpenuhi, dana kelebihan tabungan yang masih ada, bisa diperuntukkan bagi persiapan biaya masa depan dalam jangka menengah dan panjang dengan berinvestasi.

Mengapa kebutuhan jangka menengah dan panjang digunakan istilah berinvestasi? Apakah menabung di rekening tabungan dan deposito tidak dikategorikan sebagai investasi?

Ada beberapa pendapat berbeda yang tidak perlu diperdebatkan. Tapi umumnya berinvestasi dikaitkan dengan tujuan menghasilkan tingkat imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan inflasi (dan deposito). Dan ada faktor risiko yang lebih tinggi yang harus diterima, dibandingkan menempatkan dana di tabungan dan deposito.

Jadi sebetulnya baik menabung dan berinvestasi itu dibutuhkan dan akan saling melengkapi dalam persiapan finansial masa depan seseorang.