Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Edukasi investasi saham

Edukasi investasi saham
Senior Advisor PT BNP Paribas Investment Partners

Menyadari masih sedikitnya investor individu yang berinvestasi di saham, menjadi pertanyaan besar, bagaimana mengedukasi masyarakat agar mau berinvestasi di saham? Gerakan atau kampanye Yuk Nabung Saham (YNS), yang dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan langkah yang perlu diapresiasi dalam upaya memperkenalkan investasi saham kepada masyarakat.

Namun, program yang berjalan hampir satu tahun ini perlu terus dipantau apakah efektif atau tidak dan perlu dievaluasi kebaikan dan kekurangan, agar tujuan mengajak masyarakat berinvestasi di saham ini bisa tercapai.

Satu hal penting yang mungkin perlu menjadi pertimbangan dalam mengevaluasi kampanye YNS adalah mencari akar masalah mengapa masyarakat enggan berinvestasi di saham. Mungkin BEI sudah pernah melakukan survei dan mungkin alasan terbanyak ada di antara tiga hal berikut: tidak mengerti, takut rugi, dianggap judi.

Alasan pertama, "tidak mengerti" mungkin bukan hanya tidak mengerti bagaimana cara berinvestasi di saham, namun lebih mendasar adalah tidak mengerti mengapa "perlu" berinvestasi di saham. Alasan pertama, "tidak mengerti bagaimana caranya", bisa menggunakan pendekatan edukasi tentang reksa dana (khususnya reksadana saham), yang mungkin lebih cocok bagi pemula sebelum terjun berinvestasi saham secara langsung di bursa.

Alasan "tidak mengerti mengapa perlu berinvestasi di saham", adalah persoalan lebih mendasar untuk dicarikan solusinya. Salah satu yang bisa menjadi solusi adalah ketika masyarakat "disadarkan" untuk memiliki tujuan sekaligus mempersiapkan kebutuhan masa depan dalam jangka panjang, karena saham lebih cocok untuk investasi jangka panjang. Menyadarkan untuk memiliki tujuan seperti persiapan biaya pendidikan tinggi anak-anak dan persiapan pensiun sepertinya menjadi prioritas utama yang perlu dikampanyekan.

Edukasi untuk menyadarkan masyarakat mempersiapkan dua tujuan investasi di atas melalui perencanaan investasi akan memberi kesempatan mereka membandingkan instrumen investasi yang cocok untuk mencapai tujuan itu. Sehingga terjawab, mengapa saham atau reksadana saham patut dipertimbangkan di antara instrumen lain. Karena sejatinya saham dan instrumen investasi lain adalah sekedar "alat" mencapai tujuan.