Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Selera dalam Berinvestasi

Selera dalam Berinvestasi
Senior Advisor PT BNP Paribas Investment Partners

Mungkin Anda sering ditanya oleh penjual gado-gado seperti ini: "Pedas, sedang, atau enggak Bu?" ketika memesan. "Pakai lontong Bu?" lanjut si penjual gado-gado. Sementara orang lain ada yang memesan: "Jangan pakai kol, tapi seladanya yang banyak, ya."

Selera orang dalam hal menu makanan demikian beragam. Masing-masing ada yang suka jenis makan tertentu, sedang yang lain tidak terlalu atau sangat tidak suka. Begitu pula dengan investasi, jika diibaratkan makanan, masing-masing orang sah-sah saja memiliki "selera" yang berbeda dengan orang lain dalam berinvestasi.

Selera seseorang dalam berinvestasi sebetulnya tecermin dari bagaimana komposisi portofolionya. Ibarat makanan, gado-gado adalah contoh suatu portofolio investasi, ada beberapa jenis sayuran dengan rasa dan komposisi yang setiap orang mungkin bisa meramunya sesuai selera mereka.

Meramu portofolio investasi memang tak seperti meramu gado-gado yang lebih besar unsur subjektivitasnya. Meramu portofolio investasi perlu pertimbangan beberapa faktor. Paling tidak ada empat faktor penting yang akan menentukan: kondisi keuangan saat ini, jangka waktu investasi, profil risiko investor, dan pemahaman terhadap instrumen investasi.

Makin sehat kondisi keuangan saat ini, makin panjang jangka waktu investasi. Makin tinggi penerimaan risiko (tipe investor agresif), dan makin paham terhadap instrumen investasi, maka makin leluasa membentuk portofolio investasi dengan beragam instrumen dan komposisi yang cukup besar di instrumen saham. Ini akan memberi kemungkinan yang lebih besar untuk dapat menghasilkan keuntungan atau imbal hasil yang lebih tinggi.

Kondisi sebaliknya juga berlaku, di mana pilihan untuk membentuk portofolio investasi menjadi semakin sempit, serta pilihan instrumen dan komposisinya didominasi instrumen jangka pendek yang lebih aman. Akibatnya, berdampak ke imbal hasil investasi yang rendah. Karena akan tetap berlaku, semakin kecil risiko investasi semakin kecil hasil yang mungkin didapat.

Tapi jangan lupa, seperti pilihan selera makanan, tentu pilihan selera berinvestasi juga tidak ada yang salah dan benar. Semua harus disesuaikan dengan kondisi, tujuan investasi, kebutuhan, serta kenyamanan masing-masing orang dalam berinvestasi.