Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

SMART Investment Planning (1)

SMART Investment Planning (1)
Senior Advisor PT BNP Paribas Investment Partners

Kata "smart" begitu sering didengar karena memang bermakna positif, yakni cerdas. Sehingga, kata ini sering digunakan menjadi kata awalan untuk menjelaskan sifat atas sesuatu atau sesuatu yang dikerjakan: Smart City, Smart People, Smart Planning, Smart Investing, dan lain sebagainya.

Dalam konteks topik tentang rencana investasi kali ini, SMART akan saya gunakan sebagai singkatan dari kepanjangan: Specific (spesifik/khusus), Measureable (terukur), Achieveable (terjangkau), Realistic (realistis), dan Time Horizon (berjangka waktu). Nah, SMART Planning, maksudnya rencana investasi yang Anda lakukan harus memenuhi kriteria di atas.

Sebelum berbicara bagaimana membuat rencana investasi untuk membentuk portofolio, Anda bisa tengok sebuah contoh analogi ketika membeli sebuah rumah dengan berutang melalui kredit kepemilikan rumah (KPR) bank yang notabene juga merupakan investasi.

Maka, urutan proses perencanaannya akan sebagai berikut: pertama, tujuan yang "Specific". Memiliki rumah dengan tipe dan lokasi yang diinginkan. Kedua, ada angka dan hitungan rupiah yang "Measureable" seperti harga rumah, uang muka, bunga serta cicilan. Ketiga, pilihan tujuan, angka, dan hitungan yang memang "Achieveable" (terjangkau) untuk dicapai.

Selanjutnya, keempat, pilihan dan harga rumah yang "Realistic" yakni disesuaikan dengan kemampuan finansial kita. Dan terakhir, kelima, ada "Time Horizon" atau jangka waktu berapa lama waktu mencicil yang harus ditentukan, yang juga berkaitan dengan kemampuan finansial untuk membayar cicilan.

Setelah kelima aspek "SMART" di atas dipertimbangkan dan diputuskan, barulah eksekusi pembelian rumah dengan menandatangani akad kredit. Melakukan perencanaan akan sangat membantu dalam menjawab pertanyaan penting: bagaimana cara meraih tujuan.

Analogi perencanaan di atas akan sangat mirip dengan rencana yang harus Anda lakukan terlebih dahulu sebelum memulai berinvestasi. Karena sejatinya, investasi hanya seperti fasilitas KPR, yakni hanya cara untuk mencapai tujuan. Dalam topik selanjutnya, tulisan ini akan membahas bagaimana menerapkan prinsip "SMART" dalam rencana investasi Anda.