Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

SMART Investment Planning (2)

SMART Investment Planning (2)
Senior Advisor PT BNP Paribas Investment Partners

Meneruskan pembahasan pekan lalu tentang investasi berbasis "SMART" (Specific, Measurable, Achievable, Realistic & Time Horizon), dengan analogi memiliki rumah dengan cara kredit (KPR), kali ini kita akan bahas contoh salah satu rencana investasi untuk persiapan biaya kebutuhan masa depan. Berikut urutan langkahnya.

Pertama, specific. Menentukan tujuan secara spesifik adalah langkah utama. Misalnya investasi untuk persiapan dana pendidikan di perguruan tinggi tertentu (sebutkan) bagi anak kedua, yang masih berumur 6 tahun.

Kedua, measurable. Tentukan besaran rupiah dan angka lainnya, seperti dana yang dibutuhkan saat ini untuk masuk perguruan tinggi tersebut (misal: Rp. 100 juta). Hitung nilai masa depan dengan asumsi kenaikan biaya karena inflasi (misalnya 6% pertahun). Jadi, 12 tahun ke depan saat anak mencapai 18 tahun, kebutuhan dana setara sekitar Rp. 200 juta. Hitung berapa dana yang sudah dimiliki saat ini, tentukan asumsi imbal hasil investasi untuk menghitung berapa cicilan investasi berkala yang layak.

Ketiga, achieveable. Pemilihan jenis sEkolah, baik swasta, negeri, lokasi di dalam atau luar negeri, akan mempengaruhi besaran biaya yang dibutuhkan. Biaya ini harus disesuaikan dengan kemampuan finansial untuk memastikan agar tujuan investasi tersebut bisa terjangkau.

Empat, realistic. Penentuan besaran biaya, asumsi inflasi, serta penentuan asumsi imbal hasil investasi perlu menggunakan data atau informasi yang benar dan realistis sesuai kenyataan.

Terakhir, kelima, adalah time horizon. Perhatikan jangka waktu investasi yang dibutuhkan. Dalam skenario menyiapkan dana kuliah anak tadi, jangka waktunya adalah 12 tahun, yakni ketika sang anak mencapai usia 18 tahun untuk masuk perguruan tinggi.

Dari uraian perencanaan di atas, maka output yang di dapat adalah berapa dana investasi awal yang dibutuhkan? Apakah dana yang sudah ada saat ini cukup atau masih perlu ditambah, layaknya uang muka pada KPR? Berapa cicilan investasi berkala yang harus disisihkan per bulan atau per tahun agar tujuan menyiapkan dana pendidikan anak sebesar Rp. 200 juta dalam 12 tahun dari sekarang bisa dicapai?

Lalu, cari instrumen atau produk investasi seperti apa yang bisa memenuhi asumsi imbal hasil tersebut.