Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Evaluasi Investasi

Evaluasi Investasi
Senior Advisor PT BNP Paribas Investment Partners

Tahun 2016 segera kita tinggalkan. Akhir tahun adalah saat tepat untuk melakukan evaluasi dalam segala hal, berkaitan dengan sejauh mana pencapaian sepanjang tahun dibandingkan dengan rencana-rencana yang dicanangkan di awal tahun.

Bagaimana Anda mengevaluasi investasi sepanjang tahun ini? Sesuai harapan atau melenceng jauh dari harapan? Atau, Anda justru bingung bagaimana cara melakukan evaluasi tersebut?

Kebingungan mengevaluasi boleh jadi karena sejak awal tidak merencanakan secara khusus untuk tujuan apa Anda berinvestasi. Di sinilah pentingnya menetapkan tujuan dan melakukan perencanaan sebelum berinvestasi. Jika berinvestasi dengan satu tujuan, misalnya, menyiapkan dana pensiun Rp 1 miliar hingga akhir 2020, maka dalam perencanaan investasi Anda sudah bisa membuat simulasi bagaimana "perjalanan" pertumbuhan dana dan hasil investasinya dari tahun ke tahun. Ini berdasarkan asumsi-asumsi, seperti tingkat rata-rata imbal hasil yang digunakan dan besaran cicilan investasi berkala.

Evaluasi umumnya membandingkan antara rencana dan realisasi. Jika dalam rencana digunakan banyak asumsi, maka realisasi akan memperlihatkan deviasi terhadap asumsi yang dipakai. Evaluasi investasi bisa dilakukan terhadap total perolehan dana antara simulasi dan realisasi. Misalnya, menurut rencana (simulasi) per akhir 2016, dana investasi seharusnya mencapai Rp 500 juta, sedang realisasinya baru Rp 450 juta. Anda perlu mencari tahu penyebab tidak tercapainya target dana itu.

Adanya evaluasi akan menghasilkan tindakan yang diperlukan, agar tujuan investasi di waktu yang masih tersisa, hingga 2020 untuk contoh di atas, masih bisa tercapai. Dalam kasus di atas, mungkin yang terjadi adalah realisasi imbal hasil tidak sesuai imbal hasil yang digunakan dalam asumsi.

Dengan mengetahui deviasi terhadap asumsi, maka perlu penyesuaian atau perubahan rencana investasi untuk empat tahun sisa waktu hingga 2020. Misalnya, dengan mengubah/meningkatkan besaran cicilan investasi berkala. Selain melihat pencapaian dana, evaluasi setiap tahun diperlukan untuk melihat, apakah perlu perubahan alokasi aset portofolio investasi. Ini berkaitan jangka waktu yang makin pendek mendekati "jatuh tempo" kebutuhan sesuai yang direncanakan.