Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Tolok ukur kinerja

Tolok ukur kinerja
Senior Advisor PT BNP Paribas Investment Partners

Pada akhir 2016, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.296. Jika dibandingkan dengan angka penutupan di akhir 2015 yang sebesar 4.593, maka terjadi perubahan atau kenaikan dalam satu tahun sebesar 15,3%.

Mungkin, sebagian dari Anda belum tahu dan memahami, apa itu IHSG dan manfaat dari diumumkannya indeks setiap hari bagi investor? Di setiap bursa saham, penyelenggara bursa akan menerbitkan beragam indeks sebagai indikator pergerakan harga-harga saham yang diperdagangkan di bursa tersebut. Indikator ini umumnya bakal digunakan investor sebagai suatu tolok ukur (pembanding) kinerja investasi.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menerbitkan Indeks Harga Saham Gabungan yang merupakan indikator pergerakan harga dari seluruh saham-saham yang diperdagangkan. Sebagai sebuah indikator pergerakan harga, suatu indeks baru berarti jika ada dua titik indeks (di awal dan di akhir) dalam periode tertentu. Pergerakan ini mencerminkan perubahan pada periode tersebut (bisa harian, mingguan, bulanan, maupun tahunan, misalnya).

Perubahan IHSG dalam suatu periode mencerminkan rata-rata perubahan harga dari seluruh saham. Artinya, perubahan harga (yang juga merupakan indikator kinerja investasi) setiap saham yang terjadi. Ada yang di atas (lebih baik), ada yang sama, ada juga yang di bawah (lebih buruk) dibandingkan dengan kinerja indeks.

Bagi Anda sebagai investor, perubahan IHSG dari suatu periode tertentu bisa digunakan sebagai tolok ukur kinerja. Tolak ukur ini untuk mengetahui, apakah kinerja portofolio investasi saham yang Anda miliki pada periode yang sama lebih baik, sama, atau malah lebih buruk dari kinerja rata-rata pasar saham secara keseluruhan, yang tercermin dalam perubahan IHSG.

Bagi investor yang melakukan diversifikasi investasi secara internasional, atau berinvestasi di beberapa bursa saham di berbagai negara, maka perbandingan kinerja indeks bursa dari masing-masing negara akan turut menentukan keputusan mereka. Keputusan ini berkaitan dengan seberapa besar alokasi investasi yang akan ditanamkan untuk masing-masing negara tersebut. Selain tentunya, dari hasil analisis perbandingan kondisi ekonomi makro dan mikro di masing-masing negara tersebut.