Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Investasi atau Main Saham?

Investasi atau Main Saham?
Senior Advisor PT BNP Paribas Investment Partners

 Minimnya jumlah investor individu yang berinvestasi di Bursa Efek Indonesia, mungkin selain karena masyarakat belum memiliki pengetahuan memadai dalam investasi saham, juga lantaran masih kentalnya anggapan berinvestasi saham sama dengan berspekulasi.

Anggapan di atas mungkin muncul karena sebagian investor hanya memanfaatkan "fluktuasi" harga saham untuk meraih untung jangka pendek. Sebagian investor mungkin tak memahami bagaimana kinerja perusahaan yang sahamnya dibeli. Itu juga mungkin sebabnya istilah "main" saham lebih populer dibanding investasi saham.

Berinvestasi di bursa saham secara langsung memang bisa dengan berbagai cara. Misalnya, menganalisis terlebih dahulu kondisi makroEkonomi untuk menentukan sektor mana saja yang akan dipilih relatif terhadap sektor lainnya (sector selection). Lalu, memilih perusahaan unggulan (stock selection) di setiap sektor dengan menganalisis kinerja historis dan prospeknya ke depan. Langkah berikutnya, membangun portofolio (portfolio construction) dengan menentukan bobot (%) untuk penempatan dana di tiap saham yang sudah dipilih. Investor yang menempuh proses di atas umumnya akan berinvestasi jangka panjang.

Di sisi lain, ada investor yang hanya melihat saham dari segi likuiditas dan fluktuasi tinggi untuk meraih untung dengan cara "buy low - sell high". Bisa jangka waktu sehari (day trading), seminggu, sebulan, atau beberapa bulan. Profil dan kinerja perusahaan bisa dilihat, namun belum tentu menjadi pertimbangan dalam memilih saham dan mengambil keputusan membeli atau menjual saham.

Contoh di atas adalah dua contoh dari "kutub yang berbeda". Tentu, ada cara lain yang mengkombinasikan keduanya. Bagaimanapun, tak ada yang salah tentang bagaimana cara Anda berinvestasi, sepanjang tidak ada aturan dilanggar.

Bagi sebagian orang yang sudah mengenal cara berinvestasi saham dengan jual-beli (trading) jangka pendek, ada kegairahan (excitement) yang kadang sulit ditinggalkan untuk memilih cara berinvestasi jangka panjang. Namun, bagi kebanyakan masyarakat yang ingin berinvestasi dengan orientasi jangka panjang tanpa harus repot mengelola investasinya sendiri, maka berinvestasi di saham melalui reksadana saham bisa jadi pilihan.