: WIB    —   
indikator  I  

Bursa efek

Bursa efek
Senior Advisor PT BNP Paribas Investment Partners

Bagi banyak masyarakat Indonesia, investasi saham masih sangat asing. Pemahaman tentang investasi saham juga sangat minim dan belum familier bagi sebagian besar masyarakat.

Bagi Anda yang ingin berinvestasi saham, sebetulnya ada cara mudah tanpa harus repot mengelola sendiri, yakni melalui reksadana saham yang dikelola oleh manajer investasi profesional. Tapi tak ada salahnya mempelajari dan memahami pihak-pihak yang terlibat dan peran mereka dalam rantai mekanisme transaksi saham di bursa.

Bursa efek adalah pihak penyelenggara dan penyedia sistem dan sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain, dengan tujuan memperdagangkan efek. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah pihak penyelenggara bursa efek di Indonesia. Bisakah Anda langsung datang ke BEI untuk membeli dan menjual saham? Tidak bisa.

Anda hanya bisa membeli atau menjual saham melalui perusahaan perantara pedagang efek, atau yang sering disebut dengan pialang (broker) saham. Jadi langkah pertama jika Anda ingin berinvestasi saham, Anda harus memilih perusahaan pialang, mendaftar, membuka rekening dan menjadi nasabah di perusahaan tersebut.

Perusahaan pialang inilah yang memiliki akses pada sistem yang disediakan BEI untuk dapat bertransaksi, mengajukan penawaran beli atau jual, atas nama nasabahnya. Para pialang ini harus terdaftar sebagai Anggota Bursa (AB) dari BEI untuk bisa memiliki akses ke sistem yang disediakan BEI.

Apakah semua saham perusahaan di Indonesia bisa dibeli investor di BEI? Tentu tidak. Saham yang diperdagangkan di BEI hanya saham perusahaan (Emiten) yang sudah menjual sebagian sahamnya ke publik melalui mekanisme penawaran umum. Istilahnya go public. Ada syarat khusus bagi perusahaan untuk bisa go public.

Saat ini ada sekitar 540 emiten saham yang bisa diperdagangkan di BEI dan bisa menjadi lahan investasi Anda. Tertarik?


Close [X]