Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Analisa Fundamental

Analisa Fundamental
Senior Advisor PT BNP Paribas Investment Partners

Jika Anda ingin berinvestasi saham di bursa, ada dua pilihan cara berinvestasi. Pertama, secara langsung, dengan menjadi nasabah perusahaan pialang efek (broker). Kedua, secara tidak langsung, dengan membeli reksadana saham, yang dikelola manajer investasi. Mengapa harus ada dua pilihan tersebut?

Investasi saham berbeda dengan investasi pada deposito yang sudah banyak dikenal masyarakat dan prosesnya cukup mudah. Investasi saham memerlukan proses analisa, yang tujuannya antara lain mengetahui apakah saham perusahaan yang akan dibeli memiliki prospek pertumbuhan usaha dan keuntungan yang baik, yang kemudian dapat membuat harga sahamnya naik. Analisa ini sering disebut analisa fundamental

Investor saham seharusnya memiliki ilmu dan kemampuan melakukan analisa fundamental. Cakupan analisa fundamental ini cukup luas, tidak saja terbatas pada analisa laporan keuangan perusahaan, yang umumnya menjadi subjek utama yang akan dibedah oleh investor. Tapi juga aspek manajemen, lingkungan kompetisi, lingkungan industri hingga makroekonomi. Saking luasnya cakupan analisa, muncul profesi analis saham, yang biasanya bekerja di divisi riset di perusahaan pialang.

Perusahaan pialang umumnya sudah memiliki analis saham sendiri. Mereka bertugas menyediakan hasil riset sebagai jasa pelayanan kepada nasabahnya, dengan maksud membantu nasabah dalam mengambil keputusan investasi. Jadi, investor tetap harus mengambil keputusan dan menanggung risiko dari keputusan investasi sendiri. Sedangkan para analis hanya membantu menyediakan informasi dan hasil analisa. Investor memiliki hak untuk mengikuti rekomendasi analis atau tidak mengikuti.

Analisa fundamental ini perlu dilakukan secara periodik, bisa satu atau 12 bulan sekali, serta sewaktu-waktu ketika diperlukan. Misalnya jika terjadi kondisi tertentu yang membuat harga suatu saham berubah signifikan.

Analisa ini juga yang akan menentukan bagaimana sikap terhadap suatu saham yang sudah dimiliki, apakah beli lagi, tahan atau jual. Terdengar rumit?

Boleh jadi, bagi sebagian besar masyarakat, investasi saham memang dianggap rumit. Karena itulah muncul produk investasi reksadana, di mana investor bisa mempercayakan pengelolaan investasinya pada manajer investasi.