Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Pentingnya social media marketing

Pentingnya social media marketing
Founder buattokoonline.id , Advisor Codepolitan.com, Pickpack.id

Mempromosikan produk secara online saat ini adalah sebuah keharusan. Pasalnya, dunia online memiliki beberapa kelebihan, misal, biayanya yang relatif murah (mulai dari budget Rp 10.000 per hari saja), ketersediaan waktu yang 24/7, kemampuannya melakukan targeting dengan baik dan jangkauannya yang luas.

Facebook & Instagram

Bagaimana dengan sosial media yang merupakan salah satu dari beberapa channel online? Di Indonesia sosial media yang banyak digunakan: Facebook dan Instagram. Kenapa di Facebook dan Instagram ?

Berikut ini: beberapa alasannya kenapa Anda disarankan memulai aktivitas marketing di sosial media

Pertama, Facebook dan Instagram adalah sosial media yang paling banyak dipakai orang Indonesia.

Survei emarketer & Jakpat 2016 menunjukkan usage Facebook dan Instagram dibanding sosial media lain (Snapchat, Google+, Twitter, Pinterest dll) di angka 85% (Facebook) dan 70% (Instagram). Artinya, jika Anda ingin melakukan aktivitas marketing di media sosial, fokuslah keFacebook dan Instagram.

Kedua, kemampuan sosial media menjangkau target market Anda dengan lebih murah daripada search marketing (Google Adwords atau SEO).

Misal barang jualan Anda adalah batik atau jilbab dengan target market yang tidak spesifik di lokasi tertentu, maka jika Anda melakukan aktivitas marketing di search engine, baik itu SEO atau adwords,

Anda akan bertemu dengan marketplace besar sebagai kompetitor. Mau kompetisi bidding iklan dengan mereka ? silahkan. Di search engine biasanya biaya per click antara 1,500 – 4,000 per click (tergantung niche yang Anda target dan kompetisinya)

Berbeda dengan iklan di Facebook atau Instagram, memang ada kompetisi bidding, tapi Anda tak head to head bertemu dengan marketplace. Biaya per click di search engine biasanya Rp. 150 s/d 800 per click, atau Rp. 80 s/d 200 per engagement (tergantung niche-nya).

Perbedaan ini terjadi karena perbedaan jumlah inventori iklan dan algoritma yang berbeda antara media sosial (FB, Instagram) dan Search Engine (SEO/Adwords).

Dalam satu halaman Google page pertama, hanya bisa memuat sekitar 5 iklan Google adwords. Sedangkan di Facebook, setiap Anda men-scroll newsfeed 6 kali biasanya akan muncul sekali iklan.

Yang ketiga adalah Facebook memiliki lebih dari 90 data point untuk mentarget audience Anda, misalnya usia, gender, interest seperti film apa yang ditonton, klub sepakbola apa yang disukai, website apa yang sering dikunjungi, tempat tinggal dan lokasi yang sering dikunjungi dan masih banyak lainnya.

Banyaknya data point yang dimiliki Facebook dari user-nya ini bisa membuat iklan Facebook bisa begitu akurat menjangkau user atau audience seperti apa yang kita inginkan.

Yang keempat, kemampuan Facebook mentarget audience atau calon customer dalam berbagai tahap atau funnel penjualan, maksudnya adalah Anda bisa mentarget audience dengan message dan promosi yang berbeda di tahap penjualan yang berbeda.

Tahap penjualan dimulai dari awareness, consideration dan purchase: Anda bisa saja mengirimkan pesan yang ringan dan menarik di tahap awareness, tetapi di tahap consideration Anda bisa memberikan konten perbandingan harga dan fitur dengan kompetitor Anda, di tahap purchase Anda mendorong terjadinya pembelian dengan memberikan limited time discount.

Tunggu apa lagi? Jika Anda tidak mengeksekusinya sekarang, kompetitor Anda yang akan melakukannya !

Kunjungi www.digitalmarketingacademy.id.

* Rhein Mahatma adalah founder buattokoonline.id, advisor codepolitan.com, pickpack.id.