Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Alokasi aset (3)

Alokasi aset (3)
Senior Advisor PT BNP Paribas Investment Partners

Minggu lalu kita sudah bahas pentingnya memiliki alokasi aset dalam berinvestasi. Kita juga sudah membahas bagaimana alokasi aset portofolio investasi bisa berubah karena ada kenaikan atau penurunan nilai investasi dari jenis aset yang ada dalam portofolio Anda.

Kali ini kita akan membahas apa yang harus dilakukan ketika alokasi aset investasi Anda berubah dari alokasi yang sudah ditetapkan di awal karena adanya perubahan pasar. Misalnya alokasi aset portofolio investasi Anda di awal tahun adalah 50% obligasi atau reksadana pendapatan tetap (RDPT) dan 50 % saham atau reksadana saham (RDS). Pada akhir tahun, alokasi berubah menjadi 45% RDPT dan sebesar 55% RDS.

Perubahan alokasi aset di atas bisa disebabkan misalnya karena kenaikan nilai investasi saham yang lebih lebih tinggi dari kenaikan nilai obligasi. Atau karena sebab lain, misalnya penurunan nilai obligasi lebih dalam dari penurunan nilai saham, atau kombinasi dari kenaikan dan penurunan kedua instrumen tersebut. Perubahan kondisi pasar yang membuat alokasi aset berubah Ini bisa disikapi dengan cara melakukan portfolio rebalancing.

Portfolio rebalancing adalah upaya mengembalikan alokasi aset yang sudah berubah menjadi alokasi aset seperti yang sudah ditetapkan di awal. Untuk contoh kasus di atas, Anda akan menjual sejumlah RDS dan hasil penjualannnya akan dibelikan RDPT. Dengan demikian komposisi alokasi aset Anda akan kembali menjadi 50% RDPT dan 50% RDS

Portfolio rebalancing bisa menjadi salah satu strategi berinvestasi menghadapi gejolak atau fluktuasi pasar dari masing-masing instrumen investasi yang Anda miliki. Banyak orang merasa ragu untuk mengambil keputusan investasi ketika terjadi perubahan pasar, apakah akan melakukan keputusan jual, beli atau mempertahankan instrumen yang dimiliki dalam portofolionya.

Pendekatan portfolio rebalancing ini bersifat "mekanik", sehingga dapat memudahkan Anda berdisiplin dalam melakukan keputusan jual, beli atau bertahan, berdasarkan kondisi pasar yang telah terjadi dan membuat alokasi aset Anda berubah. Anda hanya perlu menentukan seberapa besar deviasi aset alokasi yang terjadi dari alokasi aset awal untuk "memicu" keputusan jual dan beli dan mengembalikan alokasi aset seperti yang ditetapkan di awal.