Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Strategi efektif social media marketing

Strategi efektif social media marketing
Founder Buattokoonline.id, Advisor Codepolitan.com, Pickpack.id

Semua orang bilang ini jamannya social media (socmed). Ada yang bilang beriklan di socmed itu murah, tapi ada juga yang mengeluh, kok sudah beriklan di Facebook atau Instagram tetapi dapatnya “likes” doang tanpa ada pembeli.

Lalu, yang lain bilang, beriklan di Facebook hanya efektif jika ada special promotion.

Socmed marketing memang menarik untuk dikupas, sampai ada “expert socmed” yang menulis buku tentang socmed marketing dan bilang “socmed bukan untuk jualan” tetapi di saat yang sama, tak sedikit UKM yang meraih penjualan tinggi berkat socmed.

Lantas, seperti apa sih strategi socmed marketing yang efektif ?

Ingatlah bahwa di socmed Anda menawarkan barang ke orang yang tidak sedang mencari barang Anda, tetapi orang ini memiliki kecocokan demografi, psikografi (interest) atau behaviour dengan target market Anda.

Sehingga, mereka bisa jadi tidak melakukan respons melakukan pembelian secara langsung.

Dalam banyak survei tentang benefit socmed marketing, terlihat benefit terkuatnya adalah:
1. Eksposure yang tinggi
2. Meningkatkan traffic
3. Membangun loyal fans.

Sedangkan “meningkatkan sales” justru ada di benefit ke-9. Ini artinya, ada sejumlah tahap yang dilalui oleh customer sejak dari tahap aware, ke tahap purchase.

Memang ada banyak kasus di mana tahapan ini bisa dilewati, yaitu dari aware, langsung ke purchase, tapi tak bisa berlaku di semua produk.

Salah satu penerapannya adalah di produk impulsive dengan karakter harga relatif murah dan sedang tren. Jika satu produk tak terjual baik, Anda segera mencoba produk berikutnya. Tak ada idealisme dalam produk yang Anda jual.

Namun, tak semua dari kita berbisnis seperti ini, bagaimana dengan furnitur yang harganya jutaan? Atau Anda menjual jasa atau kursus? maka Anda harus mengerti konsep funnel.

Sales Funnel

Funnel adalah suatu kumpulan system yang membawa customer dari tahap awareness ke consideration ke purchase. Di tiap tahap ini ada aktivitas dan pesan spesifik untuk membawa calon customer menuju ke funnel yang lebih dekat dengan pembelian.

Contoh kasusnya Anda menjual training dan konsultan trading saham.

Dengan Facebook Ads Anda bisa membawa 10.000 orang datang masuk ke landing page bisnis Anda. Dari 10.000 ini - biasanya convertion rate ada di angka 0,5%–1% - akan ada 100 orang tertarik. Mereka akan meng-klik halaman informasi harga jasa Anda.

Dari 100 orang ini, ada 60 orang yang masih belum mempersiapkan budget atau merasa harganya agak ketinggian. Sisanya, ada 40 orang yang mengisi formulir pendaftaran untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Apakah begitu saja? Dari 10.000 prospek (website visitor) Anda mendapat 40 closing? Belum selesai, Anda masih bisa mem-follow up 9.000 lebih prospek lainnya yang belum ter-convert, misalnya Anda tawarkan untuk men-download PDF tentang 5 strategi terbaik trading saham dengan syarat mereka memberikan email. Dari email ini, Anda bisa mengirim tips yang diselipkan tawaran jasa Anda.

Orang yang sudah meng-klik informasi harga juga bisa Anda “kejar” dengan Facebook Ads, istilahnya adalah “retargeting”. Mereka tertarik dengan jasa Anda, tapi belum melakukan action, bisa jadi karena lupa, sibuk, atau budget belum ada.

Orang-orang seperti ini sangat perlu untuk diingatkan lagi. Ada banyak detail dan variasi dalam mengeksekusi socmed marketing. Ini saat yang tepat untuk mengeksukusinya!

Kunjungi www.digitalmarketingacademy.id

* Rhein Mahatma adalah founder buattokoonline.id, advisor codepolitan.com, pickpack.id.