: WIB    —   
indikator  I  

Menyikapi Kado Investment Grade

Menyikapi Kado Investment Grade
Financial Expert Universitas Prasetiya Mulya

Setelah lama ditunggu, akhirnya lembaga pemeringkat Standard & Poors (S&P) menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi layak investasi (investment grade) pada Jumat akhir pekan lalu. Peringkat baru BBB ini melengkapi peringkat layak investasi yang sudah diberikan oleh lembaga pemeringkat lain.

Sebelumnya, Fitch Ratings sudah lebih dulu menyematkan peringkat BBB bagi Indonesia. Selanjutnya, ada Moodys Investor Service yang memberikan peringkat Baa3. Kedua lembaga pemeringkat ini bahkan sudah menaikkan outlook surat utang Indonesia jadi positif, Fitch pada 21 Desember 2016 lalu, Moody's pada 8 Februari 2017.

Alasan S&P menaikkan peringkat Indonesia adalah keberhasilan program amnesti pajak. Keberhasilan program tersebut meringankan tekanan pada anggaran pemerintah serta membantu pendanaan proyek infrastruktur.

Pemerintah dinilai berhasil menjaga defisit angggaran di bawah 3% dari produk domestik bruto (PDB). Selain itu, pemerintah berhasil mencapai jumlah cadangan devisa tertinggi selama lima tahun terakhir, yakni US$ 123 miliar. Ekspor Indonesia di tahun 2017 juga mengalami perbaikan.

Apa arti kenaikan peringkat ini? Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, kenaikan peringkat ini menegaskan pengakuan internasional pada kemampuan Indonesia menjaga stabilitas ekonomi makro, sistem keuangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Sedangkan Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan pengakuan sejumlah lembaga pemeringkat independen tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat dan dunia usaha atas Upaya-Upaya yang dilakukan pemerintah (KOMPAS, 19/5/2017). Pengakuan tersebut diharapkan akan mendorong investasi di Indonesia.

Hal ini penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan oleh pemerintah. Tahun ini, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,1%. Untuk tahun depan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,4%-6,1%.

Yang menyejukkan, pemerintah tidak lantas cepat berpuas diri dengan kesuksesan memperoleh peringkat layak investasi terendah (BBB-) ini. Pemerintah tetap mengUpayakan perbaikan agar Indonesia bisa memperoleh peringkat layak investasi yang lebih tinggi. Perbaikan-perbaikan struktural, penyusunan anggaran yang kredibel dan realistis serta penerimaan pajak yang optimal memberi peluang peningkatan peringkat utang Indonesia di masa mendatang.

Peringkat layak investasi yang diperoleh juga bisa membuka peluang mengakses investor asing yang hanya bersedia berinvestasi pada negara dengan peringkat layak investasi. Ambil contoh, Goldman Sach GroUp Inc. memprediksi bahwa kenaikan peringkat layak investasi untuk Indonesia bisa membantu menarik dana investor Jepang sekitar Rp 70 triliun.

Kenaikan peringkat utang ini juga akan membuat imbal hasil untuk obligasi pemerintah lebih rendah, karena risiko investasi yang berkurang. Menurunnya suku bunga pinjaman bisa menjadi faktor pendorong kenaikan harga saham perusahaan.

Bagaimana reaksi pasar saham atas berita kenaikan peringkat utang ini? Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat lalu sempat melompat sekitar 3,2% hingga mencetak rekor indeks tertinggi sepanjang masa di 5.825, meskipun akhirnya ditutUp pada level 5.791, atau naik sekitar 2,7% dibanding penutUpan hari sebelumnya.

Sektor keuangan, properti dan barang konsumsi mencatat lonjakan harga tertinggi. Yang menarik, pada hari tersebut, investor asing justru melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 101 miliar. Artinya, lonjakan IHSG tersebut lebih didorong oleh transaksi beli investor domestik. Selain itu, kenaikan harga lebih banyak dirasakan oleh saham berkapitalisasi besar.

Apakah reaksi pasar saham atas kenaikan peringkat hanya euforia sesaat? Atau, akankah reaksi pasar ini berlanjut hingga bisa membawa IHSG menembus angka 6.000 di akhir tahun ini?

Meskipun kenaikan peringkat layak investasi patut disyukuri dan menjadi modal penting bagi penguatan IHSG, banyak hal yang bisa menjadi pengganjal bagi pergerakan IHSG. Misalnya suhu politik yang bisa kembali memanas menjelang Pilkada 2018 dan Pilpres 2019. Selain itu perlu diperhatikan juga variabel ekonomi makro serta kondisi ekonomi dan politik global yang mungkin memburuk.

Jadi sebaiknya investor tidak terlalu berlebihan dalam menyikapi kado dari S&P ini. Boleh optimis, namun tetap waspada.

Sektor apa saja yang menarik untuk investasi? Sektor yang lebih sensitif terhadap suku bunga pinjaman akan memperoleh keuntungan terbesar dari kenaikan peringkat ini. Misalnya, sektor finansial, infrastruktur dan properti. Tapi secara umum, semua perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia akan merasakan dampak positif peringkat layak investasi ini.

Karena itu, investor lebih baik fokus pada analisis fundamental saham, mencari saham perusahaan yang prospeknya cerah, kemudian memegangnya utuk jangka menengah atau panjang. Saya cukUp optimistis dengan prestasi memperoleh peringkat layak investasi ini, IHSG bisa menembus 6.000 sebelum kita masuk ke tahun 2018.


Close [X]