Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Tip sukses iklan media sosial

Tip sukses iklan media sosial
Founder Buattokoonline.id, Advisor Codepolitan.com, Pickpack.id

Sosial media marketing, baik itu Instagram atau Facebook, dikenal memiliki beberapa kelebihan daripada search engine marketing, yaitu kelebihan dalam hal awareness: tidak harus menunggu orang melakukan pencarian dulu dan memiliki lebih dari 90 data point bagi Anda untuk mentarget calon customer Anda.

Kelebihan awareness ini membawa Anda pada kelebihan berikutnya: Anda bisa cepat gagal. Lo, apa maksudnya? Pernah dengar quote "If you want to increase your success rate, double your failure rate" dari Thomas J. Watson, Founder IBM?

Umumnya untuk tahu sukses atau gagal butuh waktu beberapa bulan atau bahkan tahun, tetapi belakangan berkat membaiknya fitur sosial media marketing, muncul pengusaha jenis baru yang gagalnya tiap minggu. Ya, dengan Facebook ads untuk mengetes produk (gagal-atau berhasil) Anda hanya butuh waktu beberapa minggu.

Tentu Anda ingin sukses bukan gagal, kan? Nah berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi kesuksesan sosial media ads Anda Yang pertama tentu offer Anda. Bahasa lainnya adalah "produk Anda".

Facebook atau instagram sama seperti televisi, search engine, hanyalah "medium" atau channel yang berfungsi mengantarkan informasi dari Anda kepada calon customer.

Sebagus apapun channel tidak bisa menolong produk yang buruk atau produk sudah lewat masanya atau tidak punya diferensiasi jelas (terlalu banyak kompetitor).

Yang kedua adalah targeting Anda. Targeting yang tepat bisa membawa Anda mencapai goal. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah "berapa ukuran audience ideal yang saya target?"atau "haruskah saya mentarget interest yang specifik atau general?"

Jawabannya ada pada pengetesan yang Anda lakukan, tidak ada rule yang benar-benar pasti dalam sosial media marketing, Anda harus melakukan spending budget dulu untuk menjawabnya.

Setelah menjalankan iklan beberapa saat Anda akan menemukan "feel" bagaimana melakukan targeting yang baik.

Namun memang ada beberapa aturan tidak resmi yang bisa menjadi guidance-dan ini bukan aturan fix, misalnya kalau mengejar konversi penjualan, targeting yang spesifik lebih cocok dilakukan ketimbang targeting general, sedangkan kalau mengejar awareness (misalnya jumlah likes) targeting general membantu Anda mendapatkan biaya cost per likes lebih rendah.

Yang ketiga, copywriting dan image atau bisa disebut "iklan Anda". Kalau Anda merasa targeting Anda sudah benar, tetapi kok rasanya iklannya tidak memiliki konversi, mungkin Anda perlu mengecek lagi copywriting dan image iklan Anda.

Apakah copywriting-nya sudah menunjukkan cukup benefit, dan bukannya fitur, atau aspek perubahan hidup customer (lifechanging aspect) apabila sudah menggunakan produk Anda?

Banyak sosial media advertiser pemula tidak memahami hal ini, tidak mempelajari ilmu copywriting sehingga hasil iklan kurang bagus.

Berikutnya adalah strategi. Dengan karakter sosial media di mana Anda menawarkan produk ke orang yang tidak sedang mencari barang, Anda harus bisa menjawab pertanyaan "apa yang terjadi bila customer tidak langsung beli setelah melihat ads Anda ?"-pasti kan lebih banyak calon customer tidak langsung beli.

Tentu Anda harus punya cara untuk meng-engage atau memanggil kembali calon customer yang sudah mengunjungi website Anda, istilahnya adalah Anda membangun funnel.

Sosial media tentu memiliki fitur ini, namanya adalah audience dan remarketing. Sebuah fitur yang powerful untuk meng-engage customer sebelum melakukan pembelian.

Merasa artikel ini berguna untuk Anda ? Yuk mulai eksekusi sosial media marketing sebelum disalip kompetitor Anda, lo!

Kunjungi www.digitalmarketingacademy.id

* Rhein Mahatma adalah founder buattokoonline.id, advisor codepolitan.com, pickpack.id.