Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Kembali ke Orbit Ketaatan

Kembali ke Orbit Ketaatan
Senior Advisor PT BNP Paribas Investment Partners

Waktu bergulir begitu cepat. Tak terasa kita sudah berada di ujung bulan Ramadan. Bagi umat muslim, akhir Ramadan terasa seperti akhir masa pelatihan fisik, mental dan spiritual. Manusia diperintah berpuasa dan melakukan ibadah lainnya secara intensif di Ramadan untuk mengembalikan manusia kepada orbit ketaatan dan menjadi manusia yang lebih baik, seperti yang Allah inginkan. Semoga tujuan ini bisa tercapai.

Bagaimana kita kembali ke orbit ketaatan yang Allah inginkan dalam hal harta dan pengelolaannya? Mungkin di pengujung Ramadan ini saat yang tepat untuk kembali mengingatkan diri pribadi tentang hakikat harta.

Sebagian dari kita mungkin menganggap kita adalah pemilik mutlak harta yang dengan susah payah kita peroleh. Padahal semua harta yang kita miliki sejatinya hanya sekadar titipan. Allah lah pemilik mutlak dari harta kita. Apa implikasinya ketika kita sadar harta hanya sekadar titipan?

Dititipi sesuatu berarti kita diberi kepercayaan, diberi amanah. Uniknya, kita diberi kebebasan bagaimana menjaga harta yang dititipkan pada kita, mengelolanya dan memanfaatkannya.

Tentu Sang Penitip sebagai "pemilik hakiki" memberikan aturan atau pedoman tentang bagaimana cara-cara kita memperolehnya dengan benar, secara halal, dan bagaimana kita mengelola dan memanfaatkannya dengan benar pula.

Menyadari harta adalah titipan akan membawa kita kepada perlunya melihat kembali aturan-aturan agama yang kita anut tentang bagaimana cara kita memperoleh harta, mengelola dan memanfaatkannya.

Sangatlah wajar, jika manusia harus berada dalam 'orbit ketaatan' dalam cara memperoleh harta, mengelola dan memanfaatkannya, karena harta merupakan salah satu sumber kekuatan layaknya sebuah 'pembangkit energi' dan sekaligus juga sebuah 'senjata' yang sangat powerful. Dia bisa dimanfaatkan untuk kebaikan bagi orang banyak dan bisa sekaligus menyengsarakan atau membunuh orang banyak jika dikelola oleh orang yang tidak amanah.

Selamat Idul Fitri 1438 H, bagi pembaca yang merayakan. Semoga ibadah puasa dan ibadah kita sepanjang Ramadan diterima Allah. Saya mohon maaf lahir dan batin untuk salah dan khilaf yang pasti ada.