: WIB    —   
indikator  I  

Bunga Flat dan Efektif

Bunga Flat dan Efektif
Senior Advisor PT BNP Paribas Investment Partners

Fasilitas pinjaman atau kredit yang diberikan bank (bukan bank syariah) kepada nasabah akan memiliki cara perhitungan cicilan dengan metode perhitungan bunga yang berbeda. Umumnya, ada tiga jenis cara perhitungan bunga yang sering diterapkan, yaitu bunga flat, bunga efektif, dan bunga anuitas. Pada tulisan kali ini akan dibahas bunga flat dan efektif terlebih dahulu.

Terdapat perbedaan yang mendasar antara perhitungan bunga flat dan efektif yang akan memengaruhi besaran cicilan per bulan maupun total jumlah dana yang dibayarkan. Sementara perhitungan bunga anuitas, secara total jumlah yang dibayarkan lebih mendekati perhitungan bunga efektif, namun punya besaran cicilan per bulan yang tetap.

Perhitungan bunga flat mendasari perhitungan bunga dari pokok pinjaman awal. Contohnya, pokok pinjaman Rp 12 juta, bunga 10% dan jangka waktu satu tahun. Maka bunga yang dibayar per bulan tetap sebesar 10%/12 x Rp 12 juta = Rp 100.000. Dengan cicilan pokok sebesar Rp 1 juta per bulan, maka jumlah cicilan sebulan tetap sebesar Rp 1,1 juta selama 12 bulan.

Sementara perhitungan bunga efektif didasari sisa atau saldo utang yang belum dilunasi. Sebagai perbandingan, jika untuk kasus yang sama di atas ditetapkan suku bunga 10% sebagai bunga efektif, maka perhitungan cicilan per bulan mengacu kepada saldo utang yang akan menurun. Sebab, setiap bulan utang pokok berkurang sebesar Rp 1 juta. Akibatnya, total cicilan (bunga dan pokoknya) menurun sejalan dengan penurunan dari saldo utang.

Dari perhitungan bunga efektif untuk kasus di atas, maka total cicilan bulan pertama masih sama Rp 1,1 juta seperti perhitungan bunga flat. Namun, pada bulan kedua dan seterusnya menurun mulai dari Rp 1.091.667 hingga Rp 1.008.333 di angsuran terakhir. Terlihat, bahwa tingkat bunga yang sama, perhitungan bunga efektif lebih meringankan nasabah.

Nasabah perlu memahami perbedaan dan cara perhitungan bunga agar ketika ditawari fasilitas pinjaman dari dua atau lebih bank atawa lembaga keuangan, mereka tidak salah dalam melakukan perbandingan. Jangan hanya melihat perbedaan besaran tingkat suku bunga pinjamannya saja. Tetapi, nasabah juga harus waspada dengan jenis dan cara perhitungan bunga tersebut.


Close [X]