: WIB    —   
indikator  I  

Investasi Saham Sejak Dini

Investasi Saham Sejak Dini
Direktur Investa Saran Mandiri

Kesejahteraan atau kemakmuran merupakan impian hampir setiap orang. Untuk mencapai hal tersebut, setiap orang harus merencanakan masa depannya dengan baik. Rencana masa depan sebaiknya jelas dan terinci sehingga dapat di ukur.

Secara keuangan, rencana tersebut harus dalam bentuk angka atau satuan mata uang dan jangka waktu kapan hal tersebut di capai. Contoh rencana memiliki rumah di Gading Serpong dalam tiga tahun dari sekarang yang nilainya Rp 2 miliar.

Tetapi ingat, setiap tujuan, selalu ada risiko yang membayangi. Risiko adalah segala suatu yang bila terjadi dapat menyebabkan tidak tercapainya tujuan tersebut. Secara keuangan, risiko dapat dikatakan sebagai kemungkinan mengalami kerugian.

Pendapat lain mengatakan, risiko adalah kemungkinan hasil lebih rendah daripada harapan (expected return). Selain itu risiko secara keuangan juga dapat dikatakan sebagai variabilitas atau kemungkinan naik turun hasil dari yang diharapkan.

Ukuran risiko di keuangan dapat berupa jangkauan hasil dan standard deviation. Tentu dengan memahami dan mengukur risiko, seseorang dapat memitigasi risiko tersebut.

Ada banyak pilihan profesi dan pekerjaan yang tersedia untuk menjadi kendaraan bagi seseorang guna mencapai tujuan atau impian hidupnya. Sebuah konsep tentang cash flow kuadran mungkin bisa membuka wawasan pembaca kenapa harus berinvestasi.

Setiap pilihan pekerjaan atau profesi dapat dikelompokan dalam empat kuadran berbeda yaitu employee, self employed, business owner dan investor. Employee adalah orang yang bekerja pada sebuah perusahaan atau orang lain. Ia menukar waktu dengan uang.

Kelompok kedua adalah self employed yaitu orang-orang yang mempekerjakan diri mereka sendiri. Kelompok ini adalah para professional yang bekerja untuk diri sendiri seperti pengacara, dokter yang praktek sendiri. Hampir mirip dengan employee yang menukar waktu dengan uang, tetapi kelompok ini mengambil semua hasil (uang) pekerjaannya.

Kelompok ketiga business owner atau pemilik bisnis yang sudah punya sistem sehingga dapat berjalan dengan sendirinya. Bisnis tersebut dapat beroperasi setiap hari tanpa harus dijaga atau ditunggu oleh pemiliknya akibat sistem yang sudah dibangun. Kelompok ini menukar orang atau sistem yang dibangun dengan uang.

Dan kelompok yang terakhir adalah investor yaitu orang yang melakukan investasi baik di paper aset atau riil aset sehingga investasinya tersebut menghasilkan keuntungan. Kelompok ini melakukan investasi atas uang mereka sendiri dan menggunakannya untuk mendapatkan yang lebih banyak.

Kelompok employee dan self employed digambar di kuadran kiri sedangkan business owner dan investor digambar di kuadran kanan. Mana yang paling baik sebenarnya kembali kepada setiap orang, karena hidup merupakan pilihan.

Tetapi 95% populasi di dunia hidup di kuadran kiri dan hanya 5% yang di kuadran kanan. Bila dilihat dari sisi kekayaan terjadi kebalikannya yaitu 5% kekayaan dimiliki kuadran kiri dan 95% kekayaan dimiliki kuadran kanan. Artinya 95% orang di kuadran kiri membagi 5% kekayaan sedangkan 5% di kuadran kanan membagi 95% kekayaan. Bila mengacu pada tujuan awal tulisan ini maka harusnya setiap dari kita harus berusaha pindah ke kuadran kanan.

Dimulai dengan business owner, bagaimana cara mencapai titik ini. Untuk membentuk sebuah sistem yang dapat bekerja sendiri dan menghasilkan uang di butuhkan waktu relatif lama. Dan tidak semua bisnis berhasil mencapai titik yang ditetapkan.

Sedangkan menjadi investor lebih mudah, karena bila kita ada dana maka setiap orang dapat melakukannya. Tetapi untuk berhasil tentu ada harga yang harus di bayar. Investor harus belajar dan memahami investasi yang dilakukan dan memantaunya secara berkala.

Pertanyaan yang timbul adalah berapa modal yang harus dimiliki untuk memulai investasi. Jawabannya adalah tergantung investasi yang dipilih. Bila investasi di sektor riil biasanya butuh dana yang cukup besar, tetapi investasi saham sekarang dapat di mulai dengan angka Rp 100.000.

Kenapa investasi sekarang? Banyak orang berpikir investasi sebaiknya dilakukan nanti saja waktu uangnya sudah banyak. Ada juga yang berpikir dapat membuat bisnis yang besar lalu pensiun dengan makmur sehingga tujuan tersebut tercapai. Jika bisnis berkembang, tahap selanjutnya yang bisa dilalui adalah dengan melakukango public.

Tapi tunggu, langkah di atas butuh waktu panjang sekali, kenapa tidak diperpendek dengan cara ketika seorang karyawan mulai bekerja di awal umur 20 tahunan dia mulai rutin menyisikan uangnya untuk berinvestasi.

Investasi yang murah dan terjangkau oleh setiap orang yaitu investasi saham. Tentu karyawan muda tersebut harus belajar agar memahami dunia investasi dan saham serta bisnis perusahaan yang dibelinya secara rutin tersebut. Ketika karyawan muda itu mulai membeli saham, dia sudah menjadi investor yang melakukan investasi dengan uangnya sendiri dan juga business owner dari sebuah perusahan yang punya sistem tersendiri.

Pada satu saat ketika investasi itu berkembang dan dividen nya mampu menutup biaya hidup hariannya maka investor tersebut sudah mencapai kesejahteraan dan kemakmuran seperti yang dicita-citakan. Karena itu setiap orang harus investasi saham sekarang.


Close [X]