: WIB    —   
indikator  I  

Keunggulan operasional

Keunggulan operasional
Pengamat Manajemen dan Kepemimpinan

Sejak mahaguru strategic-management Michael Porter mulai menuliskan karya-karya klasik tentang strategi pada awal 1980an.

Semua pemikir bisnis memfokuskan perhatian dan usahanya pada perumusan strategi yang brilian. Strategi seolah-olah jadi segalanya dan satu-satunya hal (everything and the only thing) yang menentukan kesuksesan sebuah usaha.

Tak ketinggalan, para mahasiswa sekolah bisnis pun diajari bahwa perusahaan tak dapat bersaing di atas landasan kemampuan operasional belaka.

“Hal-hal operasional seperti itu sangat mudah ditiru oleh pihak lain”, demikian kilah para pengajar sekolah bisnis pada umumnya.

Operational-excellence (yakni melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh organisasi-organisasi lain, hanya saja dilakukan dengan cara yang baik dan unggul) dianggap tak memadai lagi, jika perusahaan hendak bertahan dan bersaing di medan pertarungan yang begitu kompetitif.

Untuk memenangkan persaingan, sebuah perusahaan harus memiliki posisi strategis yang distingtif, sekaligus melakukan langkah bisnis yang unik, yang berbeda dari para pesaing-pesaingnya.

Peran dan tugas strategis seperti inilah yang harus menjadi fokus perhatian para mahasiswa sekolah bisnis, yang sedari awal merasa dan dikondisikan menjadi calon-calon pemimpin perusahaan.

“Biarkanlah perkara eksekusi dan operasional keseharian diurus oleh para bawahan saja”, demikian kira-kira isi benak kebanyakan dari mereka.

Benarkah operational-excellence (keunggulan operasional) adalah urusan remeh-temeh yang mudah ditiru, dan oleh karenanya tak layak dijadikan sumber daya saing (competitive edge) sebuah perusahaan?

Melalui proyek penelitian sepanjang satu dekade yang melibatkan 12.000 perusahaan lintas industri, Raffaella Sadun (pengajar Business Administration dari Harvard Business School) dkk membuktikan bahwa cara pandang yang mengutamakan kehebatan strategis sembari merendahkan keunggulan operasional, adalah keliru adanya.

Paling tidak, ada tiga fakta yang diajukan Sadun dkk untuk mendukung kesimpulannya: Pertama, keunggulan operasional alias proses eksekusi yang efektif sangat berkorelasi dengan kesuksesan gagasan-gagasan strategis.


Close [X]