: WIB    —   
indikator  I  

Otak muda

Otak muda
Pengamat Manajemen dan Kepemimpinan

Ada orang yang membeli mobil sport atau bahkan jet pribadi, dan mengeluarkan uang sampai belasan miliar. Ada orang yang punya puluhan rumah, vila, dan sebagainya. Ada orang yang habiskan biaya ratusan juta hanya untuk perayaan ulang tahun anaknya.

Di sisi lain, ada orang yang berjuang untuk sekadar makan tanpa gizi cukup. Ada orang yang harus berjalan belasan kilometer untuk sekolah.

Pembaca, kalimat-kalimat liris di atas bukanlah kutipan dari larik puisi seorang penyair sosial yang memang terlatih untuk mengguratkan keprihatinannya dalam bentuk tulisan.

Kalimat-kalimat ini adalah paragraf awal dari sambutan seorang pengusaha senior, TP Rachmat, dalam acara penggalangan dana di kampus ITB, Bandung, 14 Oktober 2017.

Dalam kesempatan tersebut, TP Rachmat sejatinya hendak menggugah dan mengajak orang-orang yang “beruntung” untuk membagikan kembali keberuntungannya kepada bangsa dan negeri ini, khususnya lewat jalur pendidikan. Beliau menggunakan istilah give back to the nation.

Orang-orang “beruntung” di sini tentunya ditujukan kepada mereka yang memiliki kekuatan, kekayaan dan kemampuan yang lebih besar –bahkan jauh lebih besar– daripada rata-rata orang pada umumnya.

Kekuatan dan kekayaan tersebut boleh jadi adalah hasil perjuangan dan kerja keras masing-masing pribadi.

Dengan demikian, adalah sah belaka bila setiap orang bebas untuk memilih cara pemanfaatan kekayaannya yang melimpah tersebut.

Entah itu untuk dipergunakan membeli mobil sport, jet pribadi, vila, dan juga untuk merayakan ulang tahun anaknya secara mewah. Toh, itu harta pribadi yang bersangkutan sendiri!

Namun, sebagai makhluk sosial, sesungguhnya kebebasan dalam diri manusia bergandengan erat dengan saudara kembarnya yang bernama tanggungjawab.

Kebebasan tanpa tanggungjawab akan membuat manusia kehilangan nurani dan keadaban; ciri yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya.

Bahkan, semakin besar kekuatan yang dimiliki, semakin besar pula tanggungjawab yang semestinya dipikul. Kata TP Rachmat, “Greater power comes with greater responsibility.”


Close [X]