: WIB    —   
indikator  I  

Ekonomi Perilaku

Ekonomi Perilaku
Pengamat Manajemen dan Kepemimpinan

 

Dinamika perilaku

Signifikansi perbedaan tersebut didorong oleh beberapa hal, yakni kemapanan ekonomi, stabilitas sosial politik, dan terutama kemajuan teknologi, yang tidak dinikmati pendahulunya.

Kombinasi ketiga hal tersebut melahirkan generasi masa kini yang fasih bergelut dengan teknologi (technology-savvy), pergaulan maya (virtual interaction), sekaligus gaya hidup berorientasi leisure.

Penghargaan Nobel ekonomi tahun 2017 diberikan kepada Richard Thaler, seorang profesor di Booth School of Business, University of Chicago.

Thaler adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam bidang ekonomi perilaku (behavioral economics), yang berusaha menjelaskan relasi antara perilaku manusia (sebagai individu dan kelompok) dengan praksis dan kinerja ekonomi secara makro.

Thaler mempopulerkan ide nudge, yang bermakna upaya mendorong individu-individu (dalam masyarakat) untuk mengambil keputusan ekonomi yang lebih baik demi kesejahteraan, kesehatan, dan kebahagiaan masyarakat luas.

Penganugerah Nobel, Royal Swedish Academy of Science, menilai Thaler berhasil menjembatani analisis ekonomi dan uraian psikologi dalam menelaah perilaku manusia sebagai “agen ekonomi” sehari-hari yang nyata.

Secara berkelakar, dalam konferensi pers di Chicago setelah penganugerahan hadiah Nobel kepadanya, Thaler mengatakan, “Pada dasarnya saya berkarier dengan mencuri sejumlah ide dari para psikolog.”

Belakangan ini negeri kita diliputi oleh “kebingungan” untuk menjelaskan fenomena ekonomi nasional.

Di saat pertumbuhan ekonomi bisa bercokol pada angka sekitar 5%, publik dihadapkan pada kenyataan sepinya pengunjung di pusat komersial, seperti Roxy dan Glodok, yang berujung pada penutupan beberapa gerai usaha seperti 7-Eleven, Lotus, dan Debenhams.

Banyak pakar menganggapnya sebagai perkara yang aneh, bahkan ada yang menyebutnya misteri.

Atau... jangan-jangan, ini menjadi pertanda bahwa di negeri ini belum banyak ahli seperti Tahler, yang mampu memadukan pisau analisa ekonomi dan uraian psikologi untuk membedah fenomena ekonomi secara makro.

Belum lagi, kita harus menerima kenyataan bahwa dinamika perilaku manusia masa kini semakin kompleks. Sangat berbeda dari generasi-generasi sebelumnya.