: WIB    —   
indikator  I  

Masih adakah diskon saham Grup Panin?

Masih adakah diskon saham Grup Panin?
Pengamat Pasar Modal dan Pasar Uang

Dalam artikel Ada Diskon Saham Panin di kolom ini 3 September 2012 lalu, saya memprediksi, saham PNLF dan PNIN akan naik tinggi dalam satu tahun-dua tahun ke depan sehingga kerugian saya akan berubah menjadi keuntungan. 

Enam bulan sudah berlalu dan kesabaran saya menunggu konvergensi harga menuju nilainya berbuah hasil baik.

Saat artikel itu dimuat, harga PNLF dan PNIN adalah Rp 125 dan Rp 475, kini keduanya bertengger di Rp 230 dan Rp 730. Dengan kenaikan sebesar 84% dan 53,7% selama setengah tahun terakhir atau 70,4% dan 40,4% untuk year to date, saya bukan hanya tidak jadi rugi tetapi panen untung, jauh di atas return IHSG pada tahun lalu dan tahun ini.

Jika saja saya tidak mengenal efek disposisi dari bacaan dan pengalaman berinvestasi saham dan tidak mengandalkan analisis fundamental ketika memilih saham, sangat mungkin saya sudah menjual kedua saham itu manakala harganya menyentuh harga beli saya. Efek disposisi dan bias get-evenitis sangat sering dialami investor individu.

Mereka tak ragu melepasnya dan malah merasa lega tidak jadi mengalami kerugian. Padahal sahamnya baru saja naik kelas dari saham loser menjadi saham winner dan harganya sedang menanjak pasti. Tanpa disadarinya, investor yang menghindari kerugian ini sebenarnya membatasi keuntungan.

Saya lebih menyukai saham-saham yang berkapitalisasi sedang dan nonLQ-45 serta strategi fokus untuk portofolio pribadi. Ini dapat saya terapkan karena dana dalam portofolio saham itu tidak akan saya gunakan dalam 5 tahun ke depan.

Ada tiga alasan saya lebih menyukai saham-saham nonLQ-45 yang berkapitalisasi sedang. Pertama, saham-saham yang mendominasi 10 top gainers setiap tahunnya hampir pasti bukan saham berkapitalisasi besar tetapi yang berkapitalisasi sedang atau kecil.

Kedua, jika saham dikelompokkan menjadi dua yaitu saham LQ-45 dan nonLQ-45, maka return indeks nonLQ-45 jauh lebih sering mengungguli indeks LQ-45. Dalam tujuh tahun terakhir, indeks LQ-45 hanya sekali menang dari indeks nonLQ-45 yaitu pada tahun 2007 dan itu pun tipis sekali yaitu 52,6% berbanding 51,2% atau berbeda 1,4%.

Terakhir, saya suka berburu saham nonLQ-45 karena tantangannya jauh lebih besar daripada saham-saham LQ-45 yang sangat sering diberitakan di media dan diikuti banyak investor saham.

Kembali ke empat saham utama grup Panin, masih adakah diskon besar?  Saham PNBN telah naik 26,5% dari Rp 680 menjadi Rp 860 dalam enam bulan terakhir dan 36,5% untuk year to date. Dalam pandangan saya, harga wajar PNBN adalah Rp 1.200 mengingat Panin Bank adalah bank terbesar keenam di Indonesia.  Saham ini masih menjanjikan diskon 39,5%.

Sedangkan saham PANS sudah melesat jauh dari Rp 1.810 di awal September 2012 menjadi Rp 3.750 atau 107,2% dalam enam bulan dan 17,2% untuk year to date. Dengan kenaikan setinggi ini, PANS sudah berharga wajar. Ke depan, saham ini tidak akan mampu lagi memberikan capital gain hingga 148,1% seperti  tahun lalu. 

Sedangkan saham PNLF yang mempunyai 46% saham PNBN dengan kapitalisasi pasar Rp 20,5 triliun, masih ada potensi kenaikan sedikitnya 46,9%. Sementara itu, PNIN adalah pemilik 57% saham PNLF. Dengan menggunakan kapitalisasi PNLF yang ada, kapitalisasi teoretis PNIN minimal Rp 3,7 triliun atau 22,5% di atas kapitalisasinya saat ini yang Rp 3,0 triliun. Diskon menjadi 79,2% jika memperhitungkan kapitalisasi wajar PNLF sebesar Rp 9,4 triliun.

Kesimpulannya, dalam hitungan saya, tiga dari empat saham Grup Panin di atas masih mengandung diskon 22,5% hingga 79,2%. Anda masih tidak percaya analisis fundamental?     


Close [X]