kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.828
  • SUN91,55 0,32%
  • EMAS606.005 0,17%
KOLOM / wakeupcall

Berburu Saham Cara GARP

oleh Lukas Setia Atmaja - Financial Expert-Prasetiya Mulya Business School

Selasa, 10 Juli 2018 / 19:53 WIB

Berburu Saham Cara GARP



Peter Lynch adalah fund manager tersukses di dunia. Strategi yang digunakan Peter Lynch selama 13 tahun dalam mengelola reksadana Fidelity Magellan Fund adalah growth at a reasonable price (GARP).

Fidelity Magellan memberikan imbal hasil rata-rata 29% per tahun selama kurun waktu 13 tahun. Selain itu, reksadana ini memberikan imbal hasil di atas imbal hasil pasar (diukur dengan S&P 500 Index) sebanyak 11 kali dalam waktu 13 tahun.

Nah, investor jangka panjang juga bisa menerapkan strategi GARP ini untuk memperoleh imbal hasil investasi saham yang memuaskan. GARP adalah strategi hasil gabungan antara gaya investasi mencari saham yang bertumbuh cepat (growth investing) dengan gaya investasi mencari saham yang memiliki nilai yang bagus (value investing).

Investor beraliran growth investing biasanya mencari saham dengan menggunakan kriteria pertumbuhan EPS (earnings per share) atau pertumbuhan penjualan. Pertumbuhan EPS sebesar minimal 10% per tahun selama lima tahun terakhir bisa dijadikan kriteria memilih growth stock.

Umumnya growth investor kurang peduli terhadap kriteria PER. Mereka tetap nekad membeli saham yang memiliki PER jauh di atas rata-rata PER sektoral. Bagi mereka, jika laba bersih suatu saham bertumbuh pesat, maka ini bisa menjustifikasi harga mahal yang dibayar (PER tinggi).

Sedang investor beraliran value investing berusaha mencari saham berfundamental bagus dengan harga murah. Analoginya, membeli alat bermain ski di musim panas. Kriteria utama memilih value stock adalah PER (price earnings ratio). Cari saham dengan harga yang relatif rendah jika dibandingkan dengan EPS-nya. PER sebesar 10 kali artinya, jika EPS perusahaan tidak bertumbuh maka diperlukan waktu 10 tahun untuk mengembalikan dana untuk membeli saham tersebut.

Saat terjadi market crash di 2008 silam, banyak saham unggulan yang PER-nya anjlok. ASII, misalnya, hanya memiliki PER kurang dari 5 kali. Saat ini PER ASII sudah menjadi 3 kali lipat. Jika investor membeli saham ASII atau saham unggulan lain saat itu, niscaya keuntungan yang diperoleh amat memuaskan.

Bagaimana kalau kita membeli saham yang bertumbuh cepat pada harga yang masih murah? Inilah konsep GARP, yang menawarkan indikator PEG (price earnings growth) ratio. Formula untuk menghitung PEG ratio adalah PER dibagi dengan angka persentase ekspektasi pertumbuhan EPS per tahun. Misalnya, saham dengan PER 20 kali diperkirakan EPS nya tumbuh 10% per tahun. Maka saham ini akan memiliki PEG ratio sebesar 2 (dari 20 dibagi 10).

Saham yang bagus menurut Lynch adalah yang memiliki PEG ratio di bawah 1. Artinya ekspektasi pertumbuhan EPS harus lebih tinggi daripada PER. Misalnya, saham dengan PER 20 kali dan punya pertumbuhan EPS 40% per tahun akan memiliki PEG ratio 0,5 kali.

Ekspektasi EPS bisa dihitung dari data pertumbuhan EPS tahunan selama 5 hingga 10 tahun terakhir. Sebagai tambahan, pertumbuhan EPS setahun terakhir bisa dijadikan filter final untuk mengonfirmasi keputusan membeli. Data tentang PER dan EPS bisa diperoleh dari berbagai sumber, seperti www.bloomberg.com, www.reuters.com, www.idx.co.id. Khusus untuk Bloomberg, informasi mengenai PEG ratio sudah tersaji. Perhitungannya menggunakan estimasi PER dan pertumbuhan EPS menurut Bloomberg.

Saya sajikan data PEG ratio beberapa saham unggulan di Bursa Efek Indonesia yang saya unduh dari www.bloomberg.com (lihat tabel). Di tabel terlihat sebagian besar PEG ratio saham unggulan adalah di atas 1. Untuk saham yang PER-nya cukup tinggi seperti Unilever (UNVR), misalnya, angka PEG ratio bahkan mencapai 4,62. Namun ada juga saham-saham yang PEG ratio-nya di bawah 1, seperti BBRI, BMRI, BBTN, BBNI, WSKT, PTBA, AALI dan ISAT.

Dengan GARP kita punya acuan sederhana untuk mencari cuan (disclaimer ON). Carilah saham yang tumbuh namun dengan harga yang murah. Selamat berburu dan bersabar menanti hasilnya.

Reporter: Lukas Setia Atmaja
Editor: hendrika.yunaprita

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

Close [X]
×