kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.237
  • EMAS623.158 -0,48%
KOLOM / financialwisdom

Pengeluaran usaha

oleh Eko P. Pratomo - Senior Advisor PT BNP Paribas Investment Partners

Rabu, 09 Maret 2016 / 20:37 WIB

Pengeluaran usaha



Dalam menjalankan usaha, istilah pengeluaran sering disamakan dengan biaya-biaya. Bagi pengusaha pemula yang tidak memiliki latar belakang akuntansi, pengeluaran-pengeluaran seperti untuk membeli mesin, merenovasi ruang kantor, membeli bahan baku, pembayaran gaji, promosi penjualan dan pengeluaran lain mungkin dianggap sama sebagai satu jenis pengeluaran usaha.

Dalam pencatatan atau akuntansi keuangan suatu usaha, pengeluaran di atas perlu dikategorikan agar memudahkan melakukan pengawasan dan analisa dalam laporan keuangan.

Adanya kategorisasi pengeluaran sangat menentukan besar aset yang dimiliki, besar untung atau rugi usaha dan kewajiban pajak yang harus dibayarkan oleh suatu badan usaha.

Apa saja kategori pengeluaran? Umumnya pengeluaran dibagi dua kategori. Pertama, pengeluaran modal (capital expenditure), yakni pengeluaran untuk memperoleh aktiva tetap.

Pembelian mesin, renovasi kantor, atau pengeluaran lain, yang sifatnya memberikan manfaat jangka panjang bagi perusahan, akan dicatatkan sebagai aktiva dalam neraca keuangan yang kemudian secara periodik nilainya akan disusutkan (depresiasi).

Kategori kedua, adalah pengeluaran pendapatan (revenue expenditure) atau sering juga disebut pengeluaran operasional (operating expense).

Ini adalah pengeluaran yang manfaatnya sudah digunakan dalam periode berjalan dan sifatnya mempertahankan, agar operasional usaha bisa tetap berjalan.

Contohnya, pengeluaran pembayaran gaji, pemeliharaan mesin, promosi penjualan, masuk dalam kategori ini dan dicatatkan dalam laporan laba/rugi, tidak dicatatkan sebagai aset.

Perbedaan kategori dan waktu pengakuan pengeluaran apakah sebagai aset  atau sebagai biaya/beban sangat penting. Ini bukan hanya memberikan gambaran kondisi kewajaran kinerja operasional dan keuangan suatu usaha, tapi juga terkait dengan perhitungan dan pembayaran pajak.

Oleh karena itu, penting bagi setiap pengusaha pemula yang tidak memiliki latar belakang akuntansi mulai belajar dasar-dasar akuntansi untuk memahaminya.

Jadi, tidak hanya fokus pada bagaimana membuat dan menjual produk atau jasa saja.

Reporter: Eko P. Pratomo
Editor: mesti.sinaga

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

×