kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.765
  • SUN93,03 -0,06%
  • EMAS609.032 0,50%
KOLOM / financialwisdom

Kategori investor

oleh Eko Pratomo - Senior Advisor PT BNP ParibasInvestment Partners

Rabu, 23 November 2016 / 18:14 WIB

Kategori investor



Setiap calon investor sebaiknya memahami dirinya termasuk kategori investor yang seperti apa? Pekan lalu kita sudah bahas tentang salah satu metode dengan pengisian kuesioner untuk menentukan apakah kita termasuk kategori investor konservatif, moderat atau agresif. Penggolongan jenis investor tidak hanya seperti yang disebut di atas, masih ada metode lain yang mengategorikan jenis investor.

Penentuan jenis kategori investor, selain memberikan gambaran bagi diri pribadi tentang tingkat atau toleransi penerimaan risiko investasi, juga akan menentukan kira-kira jenis instrumen investasi apa yang cocok dengan pribadi kita. Contoh yang diberikan dalam hal ini terbatas pada instrumen investasi keuangan.

Investor konservatif umumnya tidak menyukai atau bahkan menghindari risiko, dan lebih mengutamakan keamanan atas modal investasinya serta kepastian hasil investasi. Kalaupun mau mengambil risiko akan sangat terbatas. Deposito, obligasi pemerintah, reksadana pasar uang dan reksadana terproteksi adalah instrumen yang cocok untuk jenis investor seperti ini. Instrumen saham atau reksadana campuran dan reksadana saham mungkin belum saatnya masuk dalam alokasi investor konservatif.

Investor moderat, mulai berani terhadap risiko karena menyadari risiko sebagai konsekuensi mendapatkan imbal hasil lebih tinggi. Alokasi investasi pada instrumen depositonya mengecil, sementara instrumen obligasi, reksadana pendapatan tetap membesar. Begitu pula investasi pada reksadana campuran, saham dan reksadana saham bisa mecapai 30% atau 40%.

Investor agresif, (saya lebih suka menyebutnya progresif), adalah investor yang "menyenangi" risiko, bahkan sering disebut pencari risiko, karena berharap imbal hasil tinggi. Umumnya alokasi pada saham, reksadana saham dan reksadana campuran bagi investor progresif, lebih dominan dibandingkan alokasi pada deposito, obligasi atau reksadana pendapatan tetap.

Memahami diri kita termasuk kategori jenis investor seperti apa juga untuk menjaga "kenyamanan" hidup. Jika Anda memiliki saham dan ketika terjadi penurunan saham tidak panik, tidak enak makan dan tidak enak tidur, maka mungkin Anda salah menempatkan investasi karena tidak paham dimana kategori Anda sebagai investor.

Reporter: Eko Pratomo
Editor: hendrika.yunaprita

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

Close [X]
×